Keterbatasan anggaran, BP3TKI Nunukan mempercepat pemulangan TKI

  • Whatsapp
Kepala BP3TKI Nunukan AKBP Hotma Victor Sihombing S.IK

MITRAPOL.com, Nunukan – Dikarenakan keterbatasan anggaran untuk penampungan, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dipulangkan dari Malaysia melalui Nunukan tidak lagi kita tampung selama Lima hari, tapi kita hanya tampung semalam, yang selanjutnya kita pulangkan ke tempat tujuan mereka.

Hal tersebut dikatakan Kepala Balai Pelayanan Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Kabupaten Nunukan AKBP Hotma Victor Sihombing S.IK. Selasa (10/9/19) di kantornya.

Anggaran yang ada disini sudah habis kita pakai untuk menanggulangi kebutuhan, kita masih menunggu penggantiannya dari kantor BNP2TKI pusat, karena anggaran kita sudah minim ya kita upayakan secepat mungkin para TKI bisa dipulangkan.

AKBP Hotma Victor Sihombing menjelaskan, TKI yang biasa kita tampung di Rusunawah selama 5 hari, sejak Bulan Agustus 2019 kita terpaksa melakukan penampunga selama satu hari saja, setelah itu TKI datang diambil keluarganya, bahkan ada sejumlah perusahaan yang menawarkan pekerjaan kepada para TKI .

Sementara TKI yang mau pulang kampung, kita usahakan membantu biaya tranportasinya, kita tidak serta merta begitu saja memulangkan, artinya kita lihat situasinya, kalau memang dia harus ditampung lebih dari pada 1 hari, tetap kita tampung.

Sebagai contoh, sekarang ada 10 orang di rusunawa sudah lebih dari lima hari sejak Kamis kemarin.

Jadi memang anggaran sudah habis tetapi dapat kebijakan dari kantor pusat nanti ada dana dari pusat yang diberikan pada kita kemudian kita upayakan untuk menampung sesingkat mungkin karena anggaran terbatas tapi tidak menutup kemungkinan kita menampung lebih dari 1 hari atau sesuai kebutuhan TKI.

Kalau dia misalnya jadwalnya kapalnya satu minggu kedepan kita tampung sampai satu minggu kedepan. Ada staff saya mengawasi yakni Yuda, Bintang, Arbain dari perlindungan juga dari Satpol PP.

TKI yang kita tampung itu tetap diawasi ketat berusahalah untuk semaksimal mungkin mereka tidak kemana-mana kita itu pun kita pastikan misalnya mereka akan pulang ke Makassar kita pastikan tiketnya sampai ada di tangan kita dampingin mereka sampai naik ke kapalnya mereka berangkat baru kita pulang.

TKI mau kembali dan bekerja dimalayaia kita uruskan Dokumen, kita arahkan ke Perusahaan Jasa Tenaga Kerja (PJTKI), kita adakan rapat koordinasi dengan Satgas bersama Babinkamtibmas masing-masing Polsek di Sebatik, imigrasi, pamtas, angkatan laut, polairud lengkap lah dengan Polres.

Nah kita minta agar para Tim ini melakukan giat pencegahan di wilayah binaannya kalau dia menemukan adanya rumah-rumah yang dibuat di indikasikan menampung tenaga kerja non prosedural yang kita minta agar yang bersangkutan bisa diarahkan BP3TKI untuk kita bantu lengkapi dokumennya.

Selain mereka melakukan pencegahan di tempat mereka masing-masing, kita berencana turun bersama, minggu lalu Imigrasi yang punya inisiatif turun ke tempat jalur-jalur mereka biasa lalui.

Memberantas dan mengurangi TKi Illegal tidak cukup kalau hanya Imigrasi, BP3TKI , diperlukan Perpaduan dan Sinergitas dengan petugas lainya.

Kekompakan dan kebersamaan sangat diperlukan untuk mencegah keluar masuknya para TKI melalui jalur-jalur yang tidak resmi dari wilayah Nunukan ke Malayasia, Pungkas Victor.

 

 

Reporter : Yusuf. P

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *