Kurangnya pemanfaatan anggaran dana Bos

by -144 views

MITRAPOL.com, Tubaba – Penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 03 TumiJajar, di KecamatanTulang Bawang Tengah, Kabupaten kabupaten Tulang bawang Barat, Provinsi Lampung kurang trasparan.

Sehingga Penggunaan dana bantuan Operasional Sekolah (BOS) oleh pengelolah satuan pendidikan sekolah, masih saja diwarnai praktek yang diduga penyelewengan dana yang seharusnya diperuntukan untuk kelancaran kegiatan belajar mengajar dan operasional sekolah itu, oleh para pengelola satuan pendidikan diduga sebagian masih digunakan untuk kepentingan pribadi oknum kepala sekolah untuk kegiatan-kegiatan yang diluar juklak dan juknis penggunaan dana BOS tersebut.

Pasalnya, di sekolah tersebut laporan penggunaan dana BOS tidak ada, yang transparansi baik melalui mading, atau disampaikan secara langsung kepada wali murid.Laporan terkait dana BOS ternyata masih banyak disampaikan hanya kepada Guru Dan ketua komite sekolah saja. Itu pun sering kali hanya pemberitahuan terkait siswa-siswa yang mendapat bantuan.

Sementara penggunaan dana BOS untuk pengadaan, pembelian barang, untuk kegiatan lainya, orang tua siswa tidak tahu soal itu.Menurut keterangan warga di lingkungan sekolah tersebut yang salah satu orang tua wali murid salah satu SMPN 03 Tumijajar di , mengaku, dirinya dan beberapa wali murid lainnya tidak pernah dipanggil terkait pemberitahuan pengunaan atau pengelolaan bantuan dana BOS tersebut.

“Saya tidak pernah sekali pun dipanggil terkait mengenai program-program sekolah yang mengunakan dana dari dana BOS setiap tahunnya dan anak saya juga tidak pernah mendapat bantuan dana BOS”, ujar wali murid yang tidak ingin di sebutkan namanya.

Sementara itu, soal penggunaan dana BOS lainnya, seperti pengadaan barang, dan pembiayaan kegiatan sekolah yang menggunakan dana BOS, diakui tidak pernah ada transparansi dari pihak sekolah.

“Kami tidak pernah di undang untuk mengetahui kegiatan-kegiatan atau program-program apa saja yang dilakukan pihak sekolah dari dana BOS, Kalau itu tidak pernah, cuma soal bantuan untuk siswa itulah yang kami ketahui namun yang diundang pun orang tua murid tertentu saja, jumlah bantuanya,” ujarnya

Menindaklanjuti terkait infomasi tersebut Tim Mitrapol melakukan sosial kontrol ke sekolah,saat mitrapol melakukan sosial kontrol seraya dengan keluhan-keluhan wali murid.

Terlihat,kurang perawatan di sekolah,seperti kurangnya perbaikan pelafon,pengecetan sekolah hingga WC sudah lama tidak berfungsi dan tidak terjamin kebersihannya.

Menurut keterangan dari murid,”sekolah ini Wc nya udah lama ga ada airnya pak,mau buang air kecil ga bisa,karena ga ada airnya”ungkap beberapa murid.

Dirmanto bangun selaku kepsek SMPN 03 Tumijajar,terkait hal tersebut mengungkapkan”untuk pengecetan dan perbaikan pelaporan perawatannya itu sudah di realisasikan,dan untuk wc tidak ada kendala”ungkapnya.

Sudah jelas WC macet tidak bisa digunakan, air tidak berpungsi, plafon sudah rusak di beberapa sudut dan ruangan,cet sudah nampak buram tidak tersentuh oleh biaya perawatan, sedang kan kepala sekolah Bangun waktu di konfirmasi ngeles dan tidak tahu.

Dan lebih mirisnya lagi Bangun selaku kepala sekolah menjual nama PWI Mesuji masih saudara nya,artinya walaupun ia salah dalam penggunaan anggaran bos bisa di kondisikan oleh ketua PWI Mesuji.

Wartawan Mitrapol meminta kepada Dinas pendidikan Tubaba bisa mendisiplinkan kepala sekolah SMP 3 Tumijajar agar tidak menjual nama organisasi PWI untuk kepentingan pribadi dan memperkaya diri sendiri.

 

 

Reporter : Dan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *