Kurir sabu 55 kg, dan 10 ribu butir ekstasi, Hendri Yosa divonis mati

by -34 views

MITRAPOL.com, Medan – Hendri Yosa alias Hendri (29) warga Desa Blang Cut, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, Aceh, divonis hukuman mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (11/9/2019), karena terbukti bersalah menjadi kurir sabu 55 kilogram dan ekstasi 10 ribu butir.

Dalam persidangan yang mendapat perhatian banyak wartawan, terdakwa yang sebelumnya berprofesi sebagai nelayan, mengenakan kaos coklat tua dengan jeans coklat muda terlihat serius menyimak amar putusan yang dibacakan hakim ketua Domingus Silaban.

Terdakwa terus saja menunduk dan jarang sekali mengangkat kepalanya , sesekali ia melihat ke arah kakinya yang beralas sendal jepit, sedangkan kedua tangannya terlihat tegang, menahan bobot badannya.

Selama 30 menit pembacaan amar putusan, terdakwa jarang menegakkan kepala, sehingga puluhan wartawan yang meliput persidangan, kesulitan mendapatkan foto wajahnya secara sempurna.

Dalam amar putusan disebutkan, tidak ada alasan untuk mengatakan perbuatan terdakwa bukan perbuatan yang melawan hukum. Perbuatan terdakwa sebagai kurir narkoba bisa berakibat buruk dan bertentangan dengan program pemerintah.

Menurut hakim menjadi kurir sabu seberat 55 kg dan ekstasi 10ribu butir bisa berdampak sistemik yang mengancam kehidupan 500ribu orang.

Apalagi sebelumnya, terdakwa sudah dua kali nenjadi kurir narkoba yang mendapat upah Rp 10juta. Itu artinya, dia telah berprofesi sebagai kurir narkoba, jelas hakim.

Berdasarkan itu, perbuatan terdakwa telah melanggar pasal 114 (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Putusan majelis hakim sama persis dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Henny dan Sarona Silalahi yang menuntut terdakwa, pidana mati, sesuai dengan pasal dan undang-undang yang sama.

Usai persidangan, terdakwa dan penasehat hukum Evaria Ginting belum memberikan jawaban menerima atau banding atas putusan tersebut.

Sesuai dakwaan, awalnya terdakwa Hendri dihubungi Bang Adi (DPO), Minggu 17 Februari 2019, sekitar pukul 18.00 Wib, menyuruh menemani si Nek (DPO) orang suruhan Bang Adi mengambil sabu ke tengah laut.

Kemudian terdakwa pergi dengan menggunakan boat, setibanya di Kuala datang si Nek dengan menggunakan boat sendiri. Terdakwa takut ke tengah laut dan mengatakan boatnya rusak, akhirnya si Nek berangkat sendiri.

Keesokan harinya Bang ADI menyuruh terdakwa mengantarkan barang 5 buah tas yang berisi paket sabu dan pil ekstasi ke Medan. Sekitar pukul 18.00 Wib, terdakwa Hendri berangkat dari rumah dengan sepeda motor ke pinggir jalan lintas dengan membawa 5 tas.

Satu jam kemudian , terdakwa menyetop Bus Simpati Star dengan membawa 5 tas dan langsung berangkat menuju ke Medan.

Selanjutnya, Selasa 19 Februari 2019, sekitar pukul 00.30 Wib, saat tiba di Besitang tepatnya SPBU AKR pinggir Jalan lintas Medandan-Banda Aceh, Bus berhenti dan tiba-tiba beberapa orang naik dan melakukan pemeriksaan.

Saat pemeriksaan, petugas menemukan sabu 55 bungkus plastik warna hijau dan kuning keemasan bertuliskan Guanyinwang berisi sabu 55 Kg dan 2 bungkus plastik berisi 10 ribu butir pil ekstasi warna orange gambar ikan. Selanjutnya terdakwa dibawa petugas ke kantor Ditresnarkoba Polda Sumut.

 

 

Reporter : Zul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *