Menejer PT ABL didakwa gelapkan uang rekan bisnis Rp 396 juta

by -33 views

MITRAPOL.com, Medan – Himawan Loka alias Ahui (58) General Menejer PT Agung Bumi Lestari (ABL) didakwa di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (11/9/2019), dengan tuduhan menipuan dan penggelapan uang rekan bisnisnya Rp 369 juta.

Dalam dakwaan jaksa Dwi Melly Nova diwakili Febrina Br Sebayang,t terdakwa, warga Jalan Perpustakaan Kelurahan Petisah Tengah Medan ini, melanggar pasal 378 dan 372 KUHP.

Perbuatan itu, kata jaksa, dilakukan sejak 2015 hingga 6 Februari 2018 di toko saksi korban Edwin di Jalan Brigjend. Katamso No. 198 A Kecamatan Medan Maimun, Medan

Saat itu saksi korban Edwin, pemilik toko UD. Naga Sakti Perkasa ( NSP) melakukan kerjasama dengan PT ABL yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Tebing Tinggi.

Kerjasama itu diantarany, UD NSP menjual pelastik asoi, bungkus nasi, tisue, pipet, tusuk sate, kotak gabus/streoform, gelas pelastik Aqua kepada PT ABL. Sedangkan PT ABL menjual pembungkus nasi kepada CV NSP.

Cara pembayaran dalam kerjasama tersebut, PT. ABL memberikan waktu sebulan kepada UD. Naga Sakti Perkasa untuk melakukan pembayaran pembungkus nasi. Terdakwa yang datang ke UD. Naga Sakti setisp bulannys untuk mengambil uang pembayaran.

Setelah ditotalkan, setiap bulannya saksi korban sudah melakukan pembayaran melalui rekening Giro Danamon.

Kemudian terdakwa menyerahkan bon faktur warna putih kepada saksi korban, tanda barang telah dibayar lunas, begitu juga sebaliknya, terdakwa juga membayar kepada saksi korban atas barang-barang yang diambil terdakwa dari saksi korban.

Tahun 2014 sampai Juli 2015 pembayaran masih lancar, tapi sejak Agustus 2015 sampai Februari 2018 terdakwa tidak ada lagi melakukan pembayaran terhadap barang yang diambil dari UD. Naga Sakti Perkasa.

Agustus 2015 saksi korban melakukan penagihan kepada terdakwa, saat terdakwa datang menagih pembayaran bungkus nasi,
Saat itu, terdakwa mengatakan nanti dulu hitungan karena bon merahnya tidak kelihatan.

April 2016 saksi korban bertanya kepada Dirut PT ABL Andrian Suwito tentang pembayaran barang yang diambil PT. ABL.Tapi Andrian Suwito mengatakan tidak tahu, itu urusan terdakwa Ahui dan langsung mematikan telpon.

Selanjutnya Oktober 2017, Lim Aina als Aina selaku admin PT. ABL menghubungi saksi korban soal bon saksi Rp. 600juta. Mendengar penjelasan tersebut, saksi korban menghubungi terdakwa mempertanyakan tagihan Rp 600 juta tersebut.

“Kenapa tagihan saya Rp 600 juta, kalian yang punya utang ke saya, ” lalu terdakwa mengatakan “Nanti Saya cek ke Aina.”

Selanjutnya 6 Maret 2018 Komisaris Utama PT. ABL Rusli bersama terdakwa Ahui dan Fery Tandiono, Aina datang ke toko saksi korban untuk menanyakan tagihan saksi korban sembari memberikan print out computer tagihan.

Belakangan diketahui, terdakwa Ahui sudah menerima pembayaran secara cash dari korban tetapi terdakwa tidak menyerahkannya ke PT. ABL.

 

 

Reporter : Zul

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *