Pengusaha kosmetik ilegal berstatus tahanan kota

by -24 views

MITRAPOL.com, Medan – Pengusaha kosmetik ilegal, Djajawi Murni (54), mengaku berstatus tahanan kota. Hal itu dikatakannya saat berdebat dengan hakim dalam persidangan di PN Medan, Rabu (11/9/2019).

Hakim ketua Erintuah Damanik sedikit berang melihat sikap Direktur Agung Lestsri ini, karena cenderung berbelit-belit, tidak terus terang dalam persidangan beragendakan pemeriksaan terdakwa.

Djajawani Murni mengsku sudah lima tahun menjual kosmetik yang tak memiliki izin edar alias ilegsl, bahkan dia menyebutkan, awalnya hanya coba-coba.

Mendengar itu, hakim ketua terkesan marah,”Lima tahun kok baru coba-coba, kau tidak ditahan ya?,” tanya hakim dengan nada tinggi.

Terdakwa tak langsung menjawab, tapi lebih mirip berpikir, memilih-milih jawaban, “Tahanan kota pak,” jawab terdakwa, singkat.

Selain menyakut penahanan terdakwa, hakim juga menanyakan prihal kedatangan Polisi ke gudang terdakwa yang diikuti dengan penyitaan sejumlah baranh bukti kosmetik ilegal.

“Kosmetik ini tidak ada izinnya, kau jangan macam-macam. Kau tidak boleh melakukan apapun kalau tidak ada izin. Emang barang ini mau kau apakan, mau kau simpan sampai busuk,” sergah Erin

Terdakwa mengakui, barang-barang tersebut didapat dari Malaysia dan di jual kepada konsumen di Pasar Sambas dan Petisah, Medan.

Persidangan yang digelar di ruang Cakra-5 ini, beragendakan mendengar keterangan saksi ahli dan pemeriksaan terdakwa. Pendaoat dua saksi ahli hanya dibacakan oleh jaksa.

Saksi ahli Asman Siagian mengatakan, terdakwa menjual kosmetik tidak memiliki izin edar, sehingga sangat berbahaya bagi konsumen. Sedangkan saksi ahli Dra Jojo Siagian mengatakan, barang bukti tidak terdaftar di Balai POM dan tidak memiliki izin edar.

Sementara mengutip dakwaan jaksa Anwar Ketaren dan Fransiska Panggabean, berawal tanggal 21 Januari 2019, petugas Polda Sumut menyatroni gudang kosmetik milik terdakwa di Jalan Merbau Kelurahan Sekip, Kecamatan Medan Petisah.

Hasilnya terungkap, terdakwa mendirikan CV Agung Lestari tahun 2004, bergerak di bidang perdagangan kosmetik. Kemudian, tahun 2013, terdakwa memulai usaha menjual kosmetik yang tidak memiliki izin edar. Kosmetik dibeli dari negeri jiran, Malaysia.

Selama menjalankan bisnis kosmetik ilegal, terdakwa mempunyai 16 titik konsumen tetap di Pasar Sambas dan Petisah.

Dengan begitu, Djajawi Murni dijerat pidana Pidana Pasal 197 jo. Pasal 106 Ayat (1) dan Pasal 196 jo. Pasal 98 UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Serta Pasal 62 Ayat (1) UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

 

 

Reporter : Zul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *