Peringati Tahun Baru Islam, Pon-Pes Miftahul Fallah 01 Mangun Jaya gelar syukuran

by -38 views

MITRAPOL.com, Lampung Barat – Memperingati Tahun Baru Islam 10 Muharram dan Hari lahirnya (Har-Lah) Pon-Pes Miftahul Falah Cabang 01 Mangun Jaya, Pemangku Mangun Jaya, Pekon ( Desa) Srimulyo,Kecamatan Bandar Negri suoh (BNS), Kabupaten Lampung Barat,Provinsi Lampung Yang Ke 11,Pon-Pes Miftahul ulum menggelar acara syukuran dan menyantuni anak yatim pada Rabu (11/09/2019).

Ustadz Burhanuddin selaku pengurus Pon-pes Miftahul Ulum mengungkapkan,”Dengan peringatan Tahun Baru Hijriah, mengingatkan kita pada perjuangan dan pengorbanan nabi. Agar kita sadar, semakin bertambah umur kita semakin berkurang jatah kehidupan kita di dunia, alhasil kita bisa berintrofeksi diri agar lebih baik untuk kedepannya dari berbagai hal,” tuturnya, Kamis (12/09/2019).

Selain itu santunan terinspirasi dengan qur’an dan hadist,maka kami segenap lapisan masyarakat mangun jaya berinisiatip karena kami tidak bisa menyantuni anak yatim piatu setiap hari.maka kami sepakat mengadakan secara umum maupun pribadi dalam jangka satu tahun sekali, agar dapat berbagi rezeki dan kasih sayang. Karena pada dasarnya tahun baru Islam (Muharram) itu hari rayanya anak-anak yatim.

“Bertempatan dengan hari lahirnya Tahun Baru Islam yang ke 10 tahun 2019 dan Hari Lahirnya Pon-Pes Miftahul Falah Cabang 01 Mangun Jaya yang ke 11, tujuan saya supaya terjalin erat silaturrahmi antara kekeluargaan pondok pesantren pusat dengan cabang sebagaimana eratnya anak dengan orang tua,” ucapnya

“Alhamdulillah terkait dengan aqiqah yang sudah berjalan kurang lebihnya Tujuh Tahun saya terispirasi dengan Hadist Nabi SAW. Bahwa aqiqah hukumnya sunah yang di kokohkan oleh Nabi Muhamad SAW. (muakad).
Dan terkait dengan fungsi manfaat hakikat aqiqah itu sendiri ada dua antara lain:
Sebagai tebusan, karena anak yang lahir itu di gadaikan oleh Allah SWT kepada kedua orang tuanya dengan cara tebusannya melalui aqiqah,” paparnya.

“Bisa menyempurnakan pahala qurban sebab aqiqah di tuntut mulai tujuh hari dari kelahiran anak, sedangkan qurban ketika Nabi Ismail bisa diajak musyawarah oleh ayahnya Nabi Ibrohim AS. (dewasa), alhasil saya terinspirasi dengan Hadist Nabi SAW, atas dasar sunah yang di kokohkan oleh Nabi (muakad), dan saya berinisiatip dilaksanakan di pesantren, terinspirasi dengan firman Allah SWT dengan tujuan supaya lebih luas syiarnya,” pungkasnya.

Hadir dalam acara tersebut,Peratin (Kepala Desa) Srimulyo Beserta Jajaranya,Tokoh Agama,Tokoh Masyarakat Dan Lapisan Masyaratkat.

 

 

Reporter : Husen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *