Perkara penganiayaan Bos Diskotik LG, sidang digelar mendadak

by -39 views

MITRAPOL.com, Medan – Sidang perkara penganiayaan bos Diskotik LG, dengan terdakwa Lisam (48) dan Lienawati (51) mendadak digelar lebih cepat. Sidang tak lazim beragendakan pembacaan dakwaan di ruang Cakra 5 Pengadilan Negeri Medan, terkesan seperti ditutup-tutupi.

“Iya sudah pagi tadi itu sidangnya,” ucap Ketua majelis hakim, Erintuah Damanik kepada wartawan, Rabu (11/9/2019) sore.

Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rambo Sinurat buang badan ketika ditanya, terkait majunya jadwal persidangan kedua terdakwa. “Aku gak tau, Toba – tua ditelpon oleh hakim untuk sidang. Aku ajapun pas di Elisabethnya tadi, ini buktinya aku ditelpon hakim,” kata Rambo, sembari menunjukkan ponselnya.

Diapun mengaku, seharusnya dijadwal kedua terdakwa menjalani persidangan pada pukul 14.00 WIB. Menurutnya, atas dasar perintah hakim, ia tak mampu menolak.

“Seharusnya sidang pidana memang dimulai jam 2 bang. Tapi hakim yang menentukan. Kalau jaksa, kan berdasarkan perintah hakim. Tapi ada juga sidang pidana yang digelar pagi,” jelasnya.

“Akupun masih barunya bang, baru 6 bulannya jadi jaksa di pengadilan ini,” kilahnya.

Malah kata dia, untuk jadwal persidangan pekan depan, akan digelar pada Senin (16/9/2019) pukul 09.00 WIB. Alasannya kata Rambo, untuk mengejar ketertinggalan. “Agendanya eksepsi, Rabu-nya sidang lagi,” pungkasnya.

Dikutip dari dakwaan, tanggal 7 April 2019 sekira pukul 11.15 WIB, kedua terdakwa pergi kerumah Ibu Lienawati di Jalan Gatot Subroto No 75 Kelurahan Petisah, Kecamatan Medan Petisah, untuk melakukan sembahyang.

Pertikaian antar keluarga ini, dimulai adanya silang pendapat antara terdakwa Lisam dengan saksi korban Ramly Hati. Pertengkaran itu kemudian didengar oleh saksi korban, Gunawan yang kemudian naik ke lantai 4. Disitu, terjadi pertengkaran mulut antara kedua terdakwa dengan saksi korban Gunanwan.

Dari pertengkaran itu, terdakwa Lienawati langsung menghentakkan kedua tangannya ke dada Gunawan. Kemudian, saksi Ramly Hati berusaha memisahkan pertengkaran.

Namun, situasi semakin memanas, terdakwa Lienawati mendorong Ramly Hati dan meludahinya.

Tak sampai disitu, Lienawati mengantukkan kepala dan mencakar tangan Ramly Hati. Mengetahaui hal itu, Gunawan ingin melerai. Bulamnamun dihalangi oleh terdakwa Lisam, dengan memiting leher Gunawan.

Lantaran tidak senang, korban Ramly Hati dan Gunawan melaporkan kasus penganiayaan tersebut ke Polrestabes Medan. Kedua terdakwa diancam dengan Pasal 170 ayat (1) dan Pasal 351 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP.

 

 

Reporter : Zul

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *