Tertangkap basah 5 pasangan mesum digelandang Satpo PP

by -1,157 views

MITRAPOL.com, Blora – Sebanyak 5 pasang lain jenis terjaring razia gabungan Satuan Polisi Pamong Praja JawaTengah Jawa Timur. Pasangan tersebut diamankan di lokasi yang berbeda.Rabu (11/9/2019).

Sebanyak 2 pasang dari Hotel, 1 di kok kosan wilayah Kecamatan Cepu dan 2 pasang dari warung remang-remang Kecamatan Padangan.

Mereka yang terjaring razia, sebagian tengah asik berduan di dalam kamar hotel tanpa memiliki status hubungan yang sah, dan itu menjadi catatan khusus untuk penegak perda bahwasanya di Cepu ada beberapa hotel yang memperbolehkan pasangan bukan suami istri menyewa kamar untuk tindakan asusila, bahkan seorang penjual kopi, kedapatan menyediakan kondom yang diduga untuk melayani pelanggannya, dan mendapat julukan Kopi Kondom.

Selain itu,  dalam sebuah kamar kost dijumpai sepasang muda mudi dalam satu kamar. Pasangan perempuan diketahui telah mengandung 6 bulan, diduga hasil dari hubungan yang tidak jelas. Dan itu sangat memprihatinkan karena anak dari hubungan tersebut nantinya bagaimana cara untuk mendapatkan akte di Catatan Sipil.

Slamet,  Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum,  Satpol PP Provinsi Jawa Timur,  menjelaskan,  semua yang terjaring razia dibawa ke Kantor Kecamatan Cepu untuk diberi pembinaan dan membuat pernyataan tidak mengulangi lagi.

Menurutnya, perbuatan asusila yang mereka lakukan bisa dipidanakan.  Lantaran, salah satu pasangan masih memiki suami atau istri yang sah.
“Kalau diulangi lagi, akan dilaporkan kepada polisi, ” ungkapnya,pada reporter Mitrapo Rabu (11/9/2019) saat memberi pembinaan.

Kepala Bidang Ketertiban Umum, Satpol PP Blora, Suripto, selain aturan agama,  perbuat mereka juga melanggar norma sosial serta aturan daerah,”Kami tidak butuh jawaban kawin siri,” tandasnya.

Terlebih, kata dia,  membuka warung sekaligus melayani pria hidung belang,”Itu juga tidak benar, buat apa coba,  buka warung sambil bawa kondom.  Statusnya janda lagi,” ungkap Suripto.

Diketahui,  warga yang terjaring razia itu mayoritas dari Jawa Timur hanya satu orang dari Jawa Tengah.  “Ini paling banyak dari warga Bojonegoro,” tambah Beny,  petugas Satpol PP Bojonegoro.

Beny meminta dalam pernyataan tersebut dipertajam.  Disertai dengan pengakuan pelaku.  “Itu mempermudah kami untuk melangkah pengadilan,” tegasnya.

Sekadar diketahui,  razia dilakukan oleh Satpol PP Kabupaten Blora,  Satpol PP Provinsi Jawa Tengah,  dan Satpol PP Provins jawa timur.

Besar harapan masyarakat umum kepada satpol PP sebagai penegak perda untuk tegas melakukan penertiban seterusnya karna bukan menjadi rahasia lagi kalau di kota minyak Cepu banyak sekali tempat-tempat dan fasilitas untuk melakukan tindakan asusila, karena di Cepu sendiri ada dua lokalisasi yang besar dan terkesan legal yaitu Lebok (LB) fan Sumber Agung (SA) begitu ungkap salah satu warga AN kepada reporter mitrapol ditempat kerjanya.

 

 

Reporter : Menco

 

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *