Bunuh cewek cafe, Landong dituntut 15 tahun penjara

by -26 views

MITRAPOL.com, Medan – Ferdinan Sihombing alias Landong (29), warga Jalan Karya Pasar V, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, dituntut 15 tahun penjara, karena terbukti bersalah menghabisi nyawa selingkuhannya, Helda Krista Debora alias Mak Krista (47).

Penuntut Umum Septebrina Silaban dalam persidangan di ruang Kartika PN Medan, Selasa (17/9/2019) mengatakan, terdakwa melanggar Pasal 338 KUHPidana, yakni dengan sengaja merampas nyawa orang lain.

Usai mendengarkan tuntutan, majelis hakim diketuai Irwan Efendi memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk menyampaikan pembelaannya (pledoi) pada sidang pekan depan.

Dalam persidangan sebelumnya terungkap, awal peristiwa, Selasa (26/3/2019) sekira pukul 23.00 WIB, terdakwa mendatangi korban yang bekerja di Cafe Tuak Century Jalan Ngumban Surbakti, Kecamatan Medan Selayang, Medan.

Saat masuk, terdakwa melihat korban lagi duduk dengan pengunjung.” Timbul rasa cemburu saya pak hakim, ” ucap Ferdinan menjawab pertanyaan hakim ketua Irwan Efendi.

Keesokan harinya sekira pukul 01.00 WIB, terdakwa kembali mendatangi tempat kerja wanita bertubuh sintal tersebut. Tanpa basa-basi, terdakwa langsung menjambak rambut korban, sambil berjalan menuju tempat kos-kosan yang jaraknya sekitar 300 meter dari cafe.

Saat di tempat kos, Helda dengan sangat emosi langsung mengusir terdakwa, ” Saya bilang padanya, ya sudah kembalikan uangku Rp650 ribu yang untuk bayar kos bulan terakhir,” terang Ferdinan.

Namun korban malah semakin marah dan mengusir terdakwa. Bahkan baju-baju terdakwa diangkut keluar dan korban juga menyebutkan, tidak ada lagi artinya mereka bersama.

Ferdinan yang emosi mendengar ucapan korban, kembali masuk dan langsung mencekik leher korban selama 15 menit, sehingga korban tidak berdaya. Terdakwa kemudian melepas cekikannya dan melihat lidah korban sudah keluar.

Sebelum ditangkap polisi, Ferdinan, sempat menelepon teman korban. Jawabannya, korban tidak masuk kerja. Tak lama, terdakwa pun ditangkap petugas dari Polda Sumut.

Menjawab pertanyaan hakim, Ferdinan yang telah mempunyai isteri ini mengakui, menjalin hubungan spesial selama 1,5 tahun dengan korban yang berstatus janda.

Awal pertemuannya dengan korban terjadi di kafe tempat kerja korban. Ferdinan yang hobi minum tuak selalu diberikan ‘perhatian’ lebih dan sering mendapat minuman gratis.

Nah, dalam kondisi setengah teler, dengan udara yang rada-rada dingin, terdakwa pun jatuh cinta kepada sang janda pekerja cafe yang berlanjut hidup bersama di kos-kosan.

 

 

Reporter : Zul

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *