Haidar Alwi : Airmata Papua adalah airmata Indonesia

by -35 views

MITRAPOL.com, Jakarta – Acara menyalakan 9.999 lilin di kawasan Patung Kuda, Monas Jakarta pada Rabu malam (18/9/2019) merupakan bentuk kepedulian terhadap permasalahan yang sedang terjadi di Papua.

Hal ini diungkapkan oleh beberapa tokoh agama, tokoh masyarakat, serta Aliansi Relawan Jokowi (ARJ). Acara tersebut digagas oleh Haidar Alwi sebagai penanggung jawab daripada Aliansi Relawan Jokowi tersebut.

Ketua relawan Timur Indonesia Bersatu (TIB) Andreas Parapaga pada kesempatannya mengatakan, bahwa peristiwa rasisme yang terjadi di surabaya dan juga kerusuhan di Papua dan Papua Barat adalah merupakan masalah semua anak bangsa Indonesia.

“Kita melakukan aksi penyalaan lilin karena lilin memiliki filosofi rela mengorbankan diri demi menerangi yang lain,” jelas Andreas di lokasi

Andreas menjelaskan kenapa jumlah lilinnya hanya 9.999 buah dan kenapa tidak digenapkan saja menjadi 10.000 buah? Andreas menegaskan bahwa 9.999 lilin itu agar nanti digenapkan menjadi 10.000 oleh satu lilin yang akan dinyalakan Pemerintah, dalam hal ini Presiden Jokowi. Satu lilin itu sebagai symbol kepedulian dan juga tanda kedamaian yang diberikan pemerintah terhadap permasalahan yang di hadapi oleh anak bangsa di tanah papua.

“Satu lilin lagi kita harapkan dari pemerintah untuk anak bangsa di Papua. Pak Jokowi sebagai bapak kami. Nyalakanlah satu lilin lagi, sebagai tanda kehidupan dan kedamaian untuk tanah papua,” tegas Andreas.

Andreas juga menegaskan, di Papua tak pernah ada pembeda-bedaan suku, ras, dan golongan. Dari mana pun orang datang ke Papua akan disambut sebagai orang Indonesia.

“Maka kita ada Papeda sebagai singkatan Papua Penuh Damai. Siapa pun yang datang ke tanah kami di Papua kami anggap saudara kami,” tegas Andreas.

Pada kesempatan itu juga, Haidar Alwi yang ditemui disela-sela acara mengatakan, Presiden Jokowi merupakan sosok yang sangat perduli dan juga konsern terhadap perdamaian dan juga permasalahan yang di hadapi oleh masyarakat Papua. Beliau sangat cinta papua seperti semua rakyat yang cinta pada Papua.

“Indonesia tanpa Papua bukanlah Indonesa, Airmata Papua adalah airmata Indonesia,” ungkap Haidar.

Dalam agama apapun mengajarkan untuk cinta dan kasih sayang dan di dalam diri manusia siapapun ada roh Tuhan, oleh kerena itu mempersekusi satu orang sama dengan mempersekusi umat manusia dan mempersekusi Tuhan.

“Kita semua sama, sebagai anak bangsa Indonesia. Di mata tuhan dan di mata pemerintah kita semua sama,” jelas Haidar.

Papua dari dulu adalah bagian dari bangsa Indonesia yang tidak dapat dipisahkan dari bangsa Indonesia. Haidar Alwi yang merupakan penanggungjawab tunggal dari Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) menyatakan diri sebagai saudara kandung anak Papua baik yang ada di Jakarta maupun di seluruh Indonesia.

“Kita usulkan pemerintah segera bereskan masalah di Papua,” tandasnya

Haidar mengusulkan, agar di setiap posisi jabatan di dalam institusi dan juga kantor pemerintahan daerah di seluruh indonesia dapat diisi oleh anak Papua untuk duduk sebagai pejabat pemerintahan dan birokrasi.

“Saudara kita dari Papua harus jadi pejabat di setiap provinsi dan kabupaten kota. Entah eselon IV, III, II, bahkan eselon I. Di Bandung, Jakarta di mana pun harus ada orang Papua jadi pejabat di kota masing masing,” kata Haidar menutupnya.

 

 

Reporter : BS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *