Kurir sabu antar provinsi, dapat upah Rp20 juta

by -17 views

MITRAPOL.com, Medan – Murdani (35), terdakwa kurir sabu seberat 977 gram mengakui, mendapat upah Rp 20 juta, dan mobil Avanza yang digunakan mengangkut sabu dari Aceh Utara ke Kota Palembang adalah miliknya.

Hal itu dikatakan terdakwa, setelah didesak hakim ketua Ali Tarigan dalam persidangan terbuka untuk umum di PN Medan, Rabu (18/9/2019).

“Berkas saudara, telah saya pelajari, saya hapal dan waktu saudara ajak terdakwa Hamadi juga tidak menolak untuk berangkat ke Medan, cecar hakim Ali Tarigan, sengit, yang kemudian dibenar kedua terdakwa.

Persidangan sedikit alot, karena terdakwa Murdani, warga Desa Bie Samtalirabayu, Kecamatan Samtalirabayu, Aceh Utara cenderung tidak mengakui perbuatannya dan berbelit-belit.

Setelah didesak, akhirnya Murdani mengakui, mendapat upah Rp20 juta, sebagai jasa mengantar sabu, namun yang diterima baru dana operasional Rp 5juta

Usai mendengarkan keterangan terdakwa, jaksa Nelson Victo diberi waktu sepekan untuk menyiapkan nota tuntutan.

Sementara mengutip dakwaan, Sabtu (13/4/2019) sekira pukul 12.00 WIB terdakwa sengaja menemui pria Tam (DPO) di salah satu warung kopi dekat rumahnya dan meminta order mengantar sabu.

Tak lama, Tam menjawab, ada pekerjaan mengantar sabu ke Medan. Setelah mendapat uang operasional Rp5 juta dari total upah Rp20 juta yang dijanjikan Tam.

Kemudian terdakwa mengajak rekannya Ahmadi untuk mengantarkan sabu yang dikemas dalam bungkusan plastik teh berwarna hijau, tujuan ke Palembang via Kota Medan.

Dengan mengendarai mobil terdakwa. Terdakwa akhirnya berterus terang akan melanjutkan perjalan ke Kota Palembang dan Ahmadi tidak berkomentar.

Dalam perjalanan, Murdani menjelaskan, Ahmadi akan mendapat upah Rp4 juta bila sabu berhasil diantar kepada seseorang di Palembang.

Apes memang, perjalanan terhenti, karena petugas dari Polda Sumut menyetop lajunya mobil serta melakukan pemeriksaan. Hasilnya, petugas menemukan bungkusan plastik hijau berisi sabu.

Terdakwa dijerat Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

 

 

Reporter : Zul

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *