Perkara Nora Butarbutar, Tiga saksi tidak tahu keberadaan kapal

by -25 views

MITRAPOL.com, Medan – Sidang lanjutan perkara korupsi pengadaan kapal wisata Dairi, atas nama terdakwa Nora Butarbutar, Wakil Direktur CV Kaila Prima Nusa, Kamis (18/9/2019), digelar dengan agenda pemeriksaan tiga saksi, PNS dilingkungan Pemkab Dairi, Sumatera Utara.

Inti dari persidangan, ketiga saksi tak dapat menjawab pertanyaan hakim tentang keberadaan kapal wisata yang bernilai Rp 395 juta itu. ” Jadi tak ada yang tahu, keberadaan kapal itu …?, ” tanya hakim ketua Ferry Sormin, ketiga saksi diam, tanpa jawaban.

Saksi yang didengar keterangannya, Rumia Simanjuntak selaku Bendahara Pengeluaran, Sensus Sihotang selaku anggota Panitia Tender dan Ramles Simbolon selaku anggota Tim Panitia Penerima Hasil Pekerjaan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dawin S Gaja dari Kejari Dairi, mencecar ketiga saksi terkait dengan administrasi pelaksanaan proyek, termasuk administrasi pencairan dana proyek.

Saksi Rumia Simanjuntak, Bendahara Pengeluaran mengakui, terdakwa Nora Butarbutar, pernah menemuinya untuk menanyakan berkas pencairan dana. ” Dia datang ke kantor saya. Waktu itu berita acara pencairan dana sudah saya tandatangani,” aku Rumia.

Sementara saksi Sensus Sihotang selaku anggota Panitia Tender menguraikan, terlibat dalam tim tersebut mulai dari pengumuman tender, penelitian berkas peserta tender dan mengumumkan hasil pemenang tender.

“Tiga rekanan yang mengajukan tender. Pemenangnya penawar terendah, yakni CV KPN. Kebetulan sebelum pemenang tender diumumkan, tidak ada pihak yang melakukan sanggahan,” kata Sihotang.

Sedangkan saksi ketiga, Ramles Simbolon, selaku anggota Tim Panitia Penerima Hasil Pekerjaan mengakui, membubuhkan tanda tangan pada berita acara serah terima pengadaan kapal pariwisata tersebut.

Uniknya, ketiga saksi memilih bungkam ketika hakim ketua Ferry Sormin menanyakan, dimana saat ini kapal pariwisata tersebut. Sidang dilanjutkan pekan depan, dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.

Sesuai dakwaan, Nora Butarbutar, Wakil Direktur CV Kaila Prima Nusa, yang sebelumnya buron selama 10 tahun didakwa dugaan korupsi pekaksanaan proyek pengadaan kapal wisata bantuan Pemkab Dairi TA 2008.

Proyek Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dairi ini dikerjakan oleh CV Kaila Prima Nusa. Ternyata, kapal yang bernilai Rp 395 juta itu tak sesuai dengan kontrak. Ukuran, warna dan kapasitasnya berbeda jauh dengan yang disebutkan dalam kontrak.

Terdakwa diancam dengan pasal 2 dan 3 UU No 31 tahun 1999 dan perubahannya UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

 

Reporter : Zul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *