Pertikaian keluarga Bos Diskotik LG, Hakim sarankan berdamai

by -15 views

MITRAPOL.com, Medan – Sidang lanjutan kasus pertengkaran kakak beradik Bos Discotik LG kembali digelar di Ruangan Cakra 3 PN Medan, Rabu (18/09/2019) dengan terdakwa Ramly Hati (52)

Sidang dengan hakim ketua Nazar Effendi beragendakan mendengarkan keterangan saksi korban Lienawaty yang dihadirkan JPU Artha Sihombing.

Dalam persidangan, majelis meminta terdakwa maupun korban untuk saling memaafkan. Karena tidak ada gunanya bertengkar terlebih masih bersaudara kandung.

“Kalian ini masih satu saudara, jadi saling memaafkan kalau ada masalah diselesaikan secara damai,”ucapnya.

Masih dalam persidangan tersebut, Ramly Hati didampingi Penasehat Hukum Andri William, membantah telah melakukan pemukulan terhadap Lienawati.

“Yang mulia, saya datang ke rumah orangtua untuk sembahyang dan mendoakan kedua orang tua bukan untuk bertengkar serta menyakiti hati adik saya,” ucapnya.

Munculnya masalah tatkala terdakwa memasuki rumah orangtuanya di jalan Gatot Subroto no 75 Medan, namun tak bisa masuk, kuncinys telah diganti oleh saksi korban.

Menurut Ramly Hati, dia berhasil masuk berkat bantuan supir orang tuanya, Safrizal. Terdakwa masuk ke rumah itu hanya untuk sembahyang memperingati 49 hari meninggalnya orang tua mereka.

Setelah masuk terjadi pertengkaran dengan dua adik kandungnya, Lisan (48) dan Lisnawati (51). Ujung pertengkaran itu, terdakwa mengadukan kedua adiknya, selaku pelaku penganiayaan. Dan kedua adiknya juga mengadu sebagai korban penganiayaan.

“Sapa yang memukul duluan itu bisa dilihat dari rekaman CCTV. Saya juga menjadi korban yang dilakukan Lienawati, ujar terdakwa.

Bahkan penasehat hukum, Andri William pun meminta agar membuka rekaman CCTV dimuka persidangan, sehingga masalahnya lebih jelas siapa yang memukul dan siapa yang dipukul.

Namun karena keterbatasan waktu, majelis akan mempertimbangkan membuka rekaman CCTV tersebut dalam persidangan berikutnya.

Sementara satu hari sebelumnya, Lisam (48) dan Lienawati (51) menjadi terdakwa sedangkan saksi korbannya, Ramly Hati. Artinya, kakak beradik ini saling melapor ke polisi menjadi korban penganiayaan.

 

 

Reporter : Zul

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *