Dengan PERKASA, Haidar Alwi lindungi tukang bangunan seluruh Indonesia

by -97 views

MITRAPOL.com, Jakarta – Kongres I Tukang Bagunan Seluruh Indonesia telah sèlesai berlangsung, sekarang para tukang bangunan seluruh Indonesia telah resmi memiliki wadah yang bernama Perkumpulan Tukang Bangunan Indonesia (PERKASA).

Pada Kongres I ini para tukang bangunan mengusung tema “Tukang Bangunan Indonesia Bertekad untuk Mensukseskan Pembangunan di Seluruh Pelosok Nusantara” yang diselenggarakan. Sabtu (21/9/2019) di Jakarta selatan.

Turut serta hadir dalam acara tersebut Haidar Alwi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, beberapa pejabat lintas kementerian yang dalam hal ini di wakilkan oleh beberapa Dirjen, dan perwakilan pengurus `PERKASA` daerah, serta ratusan para tukang bagunan.

 

Ketua Majelis tinggi dan Pembina Perkumpulan Tukang Bangunan Indonesia (PERKASA) dalam hal adalah Haidar Alwi mengatakan, dimana salah satu tujuan dibentuknya PERKASA ini adalah untuk melindungi para tukang dari serangan paham-paham radikalisme, intoleransi, sekaligus juga meningkatkan kesejahteraan para tukang di seluruh Indonesia

“Jumlah tukang bangunan di Indonesia berdasarkan data Wijaya Karya sekitar 17 juta. Kalau dikali tiga karena ada istri dan anak, maka menjadi 54 juta. Ini jumlahnya luar biasa signifikan,” jelas Haidar pada awak media saat Kongres I PERKASA  Sabtu (21/9/2019) di jakarta

Tukang bangunan ini termasuk sangatlah rentan untuk dapat terpapar oleh paham radikalisme, intoleransi, dan perpecahan. Dimana tingkat perekonomian para tukang ini rata-rata adalah merupakan kelas menengah kebawah.

“Saya melihat itu karena kita tahu persis tukang itu ekonominya menengah ke bawah, jadi sangat rentan untuk menjadi incaran kaum radikalisme dan intoleransi,” tegasnya.

Haidar menilai, paham radikalisme dan intoleransi merupakan ancaman nyata karena isu ini masuk ke sendi-sendi kehidupan bangsa sampe ke bawah.

Selain membangun benteng bagi para tukang dalam melawan radikalisme, Haidar menegaskan PERKASA akan memperkuat kesejahteraan ekonomi para tukang.

Apalagi di era Jokowi ini, banyak infrastruktur dibangun dan membutuhkan tenaga para tukang. Namun demikian, Haidar ingin agar PERKASA bisa membangun kemandirian para tukang dengan memperkuat skill dan adaptif terhadap perkembangan jaman.

“Maka kita lakukan terobosan dengan membuat aplikasi. Kalau masyarakat butuh tenaga tukang, misalnya karena listriknya mati, atap rumahnya bocor, selang airnya mampet dan sebagainya, maka bisa mendapat solusi melalui aplikasi yang kita buat. Cukup klik maka tukang akan datang,” jelas Haidar.

Dalam menjalankan sistem online itu, Haidar mengatakan PERKASA  bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR akan memberikat sertifikasi kepada para tukang, agar mereka memenuhi standar kualitas pertukangan.

“Dengan sertifikasi ini, artinya kita juga menjaga konsumen, karena tukang yang ada dalam aplikasi PERKASA sudah pasti memenuhi standar. Bagi temen-temen yang belum lulus sertifikasi akan kita latih sampai dia lolos dan memenuhi standar untuk sertifikasi,” jelas Haidar.

Haidar sendiri meyakini, tingkat kesejahteraan para tukang bangunan akan terus meningkat, apalagi Presiden Jokowi punya konsern besar terhadap pembangunan infrastruktur.

“Pak Jokowi itu jenderalnya pembangunan infrastruktur. Letjennya Menteri PUPR Pak Basuki Hadimuljono yang sangat konsisten dalam pembangunan infrastruktur. Bahkan beliau datang pada kongres I PERKASA ini,” tutup Haidar Alwi

 

 

Reporter : BS

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *