ETOS minta Polri tegas dan terbuka ungkap kasus ambulance

by -45 views

MITRAPOL.com, Jakarta – Kerusuhan dan kekisruhan yang terjadi pada aksi demo mahasiswa dan pelajar diberbagai daerah beberapa hari yang lalu sangat disayangkan terjadi di era demokrasi saat ini.

Dimana hal tersebut membuat pengamat Politik dari ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah angkat bicara dan meminta agar Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menindak tegas siapapun yang menyebarkan berita bohong atau hoax ke ruang publik, tidak terkecuali aparat kepolisian sekalipun.

Menanggapi klarifikasi Polda Metro Jaya mengenai informasi tentang mobil ambulans milik Pemprov DKI Jakarta dan Palang Merah Indonesia (PMI) yang diduga digunakan untuk membawa batu serta bensin di sekitar lokasi demonstrasi yang terjadi di depan gedung DPR RI beberapa hari yang lalu.

Informasi tersebut mulanya diunggah melalui twitter @TMCPoldaMetro yang menyebutkan lima ambulans diamankan di Pejompongan karena diduga membawa batu serta bensin.

“Jadi pernyataan polisi itu harus dipertanggungjawabkan sama seperti pernyataan publik atau masyarakat, begitu hoax menjadi tanggapan dan ada sanksi nya tidak terkecuali aparat, aparat itu tidak kebal hukum,” kata Iskandar dalam keterangannya melalui telepon di Jakarta, Jumat (26/09/2019).

“Jadi, tetap ketika aparat melakukan penyebaran berita bohong atau hoax harus dikenakan sanksi, siapapun dia sekelas Kadivhumas sekalipun,” Iskandar menambahkan

Iskandar yang juga merupakan mantan aktivis 98 itu mengatakan apa yang disampaikan oleh aparat kepolisian adalah merupakan sebagai representasi dari pemerintah. Sehingga ketika mengeluarkan pernyataan atau informasi tentu akan langsung menimbulkan asumsi pembenaran oleh publik.

“Karena itu memberikan gambaran atau asumsi (negatif) publik tentang bantuan ambulans dan ambulans yang merupakan bantuan dari Pemprov dki dan sbagainya. siapapun yang menyebar hoax sekalipun dia Kadivhumas harus diberikan sanksi,” jelas Iskandar

“Dan Kapolri harus berani memberika sanksi, sebab ini akan menjadi preseden buruk bagi publik terhadap institusi kepolisian kedepannya,” tegas Iskandar menutup.

 

 

 

Reporter : BS

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *