Syarifuddin Tahir harap DPR RI koreksi diri

by -157 views

MITRAPOL.com, Jakarta – Ketua Umum DPP LPRI Syarifuddin Tahir mengungkapkan kekecewaannya setelah serangkaian demo yang dilakukan mahasiswa diberbagai daerah. Demo mahasiswa dipicu penolakan terhadap pasal-pasal kontroversi dalam RUU KUHP di tanah air baru-baru ini diduga ini semua ulah dari sekelompok orang yang harusnya bertanggung jawab.

Mantan Presiden RI Almarhum Gusdur pernah mengatakan “DPR RI itu seperti taman kanak-kanak”, kenangnya

Setelah mencermati Ia mempunyai keyakinan bahwa penyebab pemicu demo mahasiswa adalah dari ketidak jelasnya sipembuat undang-undang yaitu DPR RI, banyak kalangan yang keberatan dengan adanya sejumlah pasal kontrovesial di RUU itu, dari materi-materi yang seharusnya membutuhkan pendalaman dan psosialisasi dalam pembuatan undang-undang sebelum di bahas lebih lanjut dan diketahui masyarakat luas produk undang-undang itu sendiri baru di realisasikan dalam DPR RI.

Kembali dikatakannya, DPR RI sebagai kepanjangan tangan rakyat sudah jauh melenceng dari amanah rakyat, karena pasal-pasal dalam RUU KUHP itu bertentangan dengan kehidupan sehari-hari dimasyarakat, ini sudah menyalahi kodratnya.

Pasal demi pasal yang mereka buat sangat meresakkan masyarakat, seperti salah satunya, suami minta bersetubuh dengan istri sendiri kalau ada unsur pemaksaan suami sendiri di lapor ke Pengadilan denda 12 juta. Kalau dengan istri sendiri saja sudah denda 12 juta bagaimana kalau bersetubuh dengan orang lain, berapa lagi dendanya,bagai mana kalau ini terjadi pada saudara-saudara mereka juga, apa mereka tidak malu.

Begitu juga mengenai hewan orang masuk di halaman tetangga denda satu juta rupiah, ini betul-betul diluar akal sehat, DPR RI apa mereka tidak melihat tradisi orang Timur kita di daerah yang seperti kita lihat Anjing, Babi, Sapi dll semua berkeliaran bebas di NTT, Ambon, Sulawesi, Papya, dan Kalimantan termasuk di Sumatra, bisa-bisa orang tidak kerja saja, selalu tunggu dan jaga di rumah masing-masing lihat kalau ada ayam masuk halaman rumah kita dapat denda 1 juta, ini sudah diluar akal sehat si pembuat undang-undang ini dan bisa menimbulkan pembunuhan gara-gara pasal-pasal kontraversi dalam undang-undang ini.

Saat membuatnya apa mereka tidak befikir dengan akal sehat yang akibatnya membuat kacau negeri ini, sesalnya

Mengapa yang di persalahkan malah Presidennya, yang sebenarnya tidak tahu menahu dari permasalahan ini, Bapak Jokowi ini orang baik yang selama ini di cintai rakyat dan bangsa ini.

Tidak ada lagi presiden sebaik dan sehebat jokowi yang kita punya sekarang, tegasnya, jangan kita sia-siakan dan juga kita menyesal seumur hidup nanti.

Saya sebagai ketua umum DPP LPRI dan Ketua Rekanusa Jokowi menyampaikan ke DPR RI kamu semua terpilih karna rakyat, bukan membawah aspirasi pribadi kalian atau kelompok,tapi rakyat yang diutamakan di sini dan jangan kamu kecewakan suara yang sudah rakyat berikan pada kalian.

Dalam ungkapan terakhirnya Syarifuddin tahir katakan “rakyat di atas segala-galanya, jangan kalian melukai hati rakyat,kalau rakyat sudah marah maka jangan salahkan rakyatnya dan juga meminta segera menyikapi persoalan berbagai tuntutan mahasiswa secara tegas dan tuntas demi Indonesia kembali aman, damai sejahtera ungkap Bung Syarif asli flires NTT ini.

 

 

Reporter : Desi

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *