Wamena berdarah, Ketua Umum DPP LPRI Syarifuddin prihatin

by -126 views

MITRAPOL.com, Jakarta – Ketua Umum DPP LPRI Syarifuddin Tahir mengutuk pelaku pembakaran fasilitas pemerintah dan pelaku pembunuhan orang-orang Padang dan orang Bugis di Wamena. Sabtu (28/9/2019) dijakarta

Syarifuddin Tahir juga mengatakan,”Turut berduka cita atas meninggalnya orang-orang pendatang di Wamena, kita semua ini bersaudara kenapa kelompok pengacau keamanan atau OPM/GPK di Wamena begitu keji membantai orang-orang yang tidak berdosa di sana.”

Ditambahkannya, Kalau kalian mau menyampaikan pendapat sampaikan secara bermartabat dan baik kepada pemerintah daerah, jangan main hakim sendiri, karena semua itu saudara kalian juga, kita berbeda kulit, berbeda rambut dan berbeda pendapat tapi kita semua basudara dan kita satu dalam bingkai NKRI di bawah panji-panji ibu pertiwi.

Saya memberikan masukan kepada Presiden, BIN, POLRI, TNI dan DPR RI serta DPD RI, dengan kejadian di Papua dan Wamena kami dari DPP LPRI memberikan masukan agar papua sudah saatnya dimekarkan menjadi beberapa provinsi antara lain di provinsi Papua di bagi 1.Provinsi Papua Tengah dengan ibukota di Biak atau Nabire, 2. Provinsi Papua Selatan yang ibu kotanya di kab Merauke. 3. Provinsi Pegunung Jaya ibu kota di Wamena dan masih bisa tambah satu provisi lagi di Papua, serta Papua Barat dimekarkan lagi menjadi dua provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya yang ibu kotanya di Kota Sorong.

Jadi ada 6 atau 7 Provinsi baru bisa teratasi masalah di Tanah Papua, Papua dan Papua Barat sangat luas sekali dan tidak mungkin di pantau oleh hanya dua Gubernur saja. Sudah saatnya Papua dimekarkan menjadi 6 atau 7 Provinsi, agar kejadian seperti di Jayapura dan Wamena tidak terjadi di daerah-daerah lain.

Apa bila sudah menjadi provinsi baru di masing-masing wilayah di Tanah Papua, tidak ada bicara Papua merdeka apa bila Papua sudah di bagi menjadi 6 atau 7 provinsi, agar kekuasaan di tanah Papua juga di bagi dan dapat melayani pelayanan kepada masyarakat luas. Agar pelayanan kepada masyarakat Papua lebih cepat bergerak semua bidang infranstruktur dll yang lebih baik dan cepat.

Papua dengan luas 3x Pulau Jawa membutuhkan sentuhan tangan pemimpin yang langsung bisa memberikan pelayanan kepada masyarakatnya dan tidak ada lagi kesenjangan hidup di tanah Papua, jangan bilang Papua tidak ada SDM, kalau diberikan kesempatan ke putra-putri terbaik Papua pasti bisa memerintah disana. Pemekarang provinsi ini jangan di tunda-tunda lagi, bila perlu tahun ini juga pemekaran provinsi terealisasi.

Saya minta semua pemimpin OPM di Papua untuk bisa mengendalikan diri kalian, dan ciptakan Tanah Papua Tanah Injil Tanah Damai dan Cinta Kasih, jangan hanya slogan saja tapi perilakunya lebih kejam dari PKI.

Stop sudah pace dan mace kita ini semua basudara dan jangan ada permusuhan dan dendam,mari kita baku gandeng tangan membangun tanah papua lebih maju lagi. Generasi muda papua adalah adik-adikku tercinta, jangan sampai kalian mudah terpancing dan di adu domba oleh kelompok- kelompok yang ingin memisahkan papua dari indonesia.

Papua itu sudah final di PBB yang mana seluruh wilayah jajahan belanda adalah milik Indonesia, ini sdh final, kecuali Timur-Timor itu jajahan Portugis bukan Belanda jadi kita harus iklas dia merdeka, tapi Papua adalah saudara setanah air dan satu ibu pertiwi.

Adik-adikku mahasiswa dan pelajar kalian adalah unjuk tombak majunya Papua kelak, ditangan kalianlah Papua akan menjadi daereah provinsi termaju di Indonesia, ditangan kalian lah masa depan akan berkembang, jangan mudah terpancing dengan isu-isu Hoax yang tidak benar, ayo kita bersatu memajukan Papua.

Bapak Presiden kita sangat cinta dan sayang kepada masyarakat Papua, beliau sudah tunjukkan cintanya dengan membangun proyek-proyek raksasa di Papua, Jl. Trans Papua, daerah-daerah perbatasan yang sudah semakin bagus dan akan di bangun lagi istana negara di Papua.

Jangan kita sia siakan ketulusan Presiden kita Jokowi untuk papua. Kita ciptakan mulai dari sekarang menjadikan Papua cinta damai, jangan ada lagi permusuhan di antara kita. Saya papua dan saya Indonesia, saya Indonesia dan saya NKRI.

Kalau bukan sekarang kapan lagi, kalau bukan kita orang Papua yang bangun Papua siapa lagi. Bersatu kita teguh dan bercerai kita hancur.

Semoga Presiden Indonesia Jokowi bisa dengan cepat merealisasi pemekaran provinsi di Tanah Papua.

Akhir kata saya ucapkan Salom semoga Tuhan Yesus selalu memberikan pemimpin yang bijak di tanah Papua, Amin………, Amin……..

Diakhir wawancaranya Syarifuddin Tahir menceritakan pengalamannya,”Saya 8 tahun tinggal di Papua Barat, mengenal betul situasi dan kondisi masyarakat di Papua, yang wilayah sangat luas sampai susah kepala daerah bisa menginjak kakinya di semua daerah di tanah Papua, agar kekuasaan di tanah Papua juga di bagi secara profisional dalam membangun daerahnya masing-masing dan tidak ada lagi yang teriak merdeka karena sudah dimekarkan, aparat keamanan juga lebih gampang memeta-metakan daerah yang banyak kerusuhannya di tanah Papua.

Contoh kalau di Wamena minta merdeka belum tentu Merauke atau Jayapura mau ikut-ikut juga minta merdeka, ini jalan yang terbaik buat bangsa Indonesia, karena bangsa yang besar, adalah bangsa yang bisa menjaga dan melindungi segenap bangsa masyarakat Indonesia, tegasnya dalam wawancara dengan bung syarif asal putra timur ende flores ini yang penuh gagasan dan ide ide cemerlang untuk membangun bangsa yang lebih baik lagi.

 

 

Reporter : Desi

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *