Jelang pelantikan, Kader muda ingatkan anggota Dewan Partai Aceh terpilih

by -16 views

MITRAPOL.com, Banda Aceh – Prosesi Pelantikan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang direncanakan pada 30 September 2019 di Ruang Paripurna DPR Aceh, sebanyak 82 Anggota DPRA terpilih dari berbagai Parpol baik Lokal maupun Nasional akan diambil sumpahnya untuk melaksanakan amanah rakyat dan senantiasa bekerja untuk kepentingan rakyat sesuai dengan cita-cita Partai Politiknya.

Sebanyak 18 Anggota DPR Aceh dari Partai Aceh di semua dapil Aceh pasti menjadi incaran media Pasalnya Partai Lokal pemenang pemilu pasca Aceh damai ini selalu raih kursi terbanyak di parlemen Aceh dari sejak pemili 2009 yang lalu.

Salah satu Kader muda Partai Aceh yakni Gerakan Muda Partai Aceh mengingatkan khusus pada Dewan Partai Aceh terpilih untuk fokus pada isi perjanjian antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka atau sering disebut MoU Helsinki beserta dengan turunan-turunan yang harus diselesaikan baik melalui peraturan Pemerintah (PP) maupun turunan Mou Helsinki yang diwajibkan diselesaikan melalui Qanun Aceh sendiri serta mengawal dan melakukan Pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan yang lahir dari rahim MoU Helsinki.

pasalnya, menurut Riswan Haris yang juga merupakan Sekretaris DPW Pertama di Aceh Selatan ini, masih banyak tugas dan tanggung jawab Dewan Partai Aceh yg harus diselesaikan diantaranya, Polimik Qanun Lambang Aceh yang harus ketegasan sikap dari apa yang telah di Sahkan, penganggaran di BRA yang harus maksimal sehingga mampu menampung persoalan kesejahteraan Korban Konflik, Tapol/napol dan Kombatan GAM, ketegasan kewenangan dari Badan Pertanahan Aceh dengan Badan Pertanahan Nasional, pasal-pasal kewenangan Aceh yang tertuang dalam UU No 11 tentang Pemerintahan Aceh juga harus dipertegas dalam pelaksanaannya bahkan mengadvokasi pengadaan Lahan untuk korban Konflik, Tapol/napol dan Kombatan GAM sendiri yang merupakan janji pemerintahan Pusat yang harus ditagih.

Kader Muda Partai Aceh juga mengingatkan dewan PA terpilih untuk selalu mendengar dan melihat serta memprioritas wilayah-wilayah yang merupakan basis atau markas tempat penguatan GAM disaat Konflik Aceh dahulu, dimana dipastikan daerah basis Perjuangan GAM masa dulu sangat sedikit tersentuh program pembangunan dari pemerintah baik pada Fasilitas kesehatan, pendidikan, jalan, maupun pada peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat diwilayah tersebut,”Dana otsus Aceh harus di prioritaskan diwilayah-wilayah basis terdahulu karena itu yang menjadi target utama pemberian dana tersebut dengan tidak menafikan pada hal-hal lain yang merupakan imbas dari konflik Aceh, ujarnya.

Kami akan selalu mengawasi dan mengontrol kinerja Dewan Partai Aceh Terpilih, agar bisa berjalan dalam rel perjuangan Partai Aceh yang merupakan lanjutam perjuangan Aceh melalui jalur politik ungkapnya.

 

 

Reporter : Safdar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *