Generasi Optimis Indonesia: Kesaktian Pancasila kembali teruji, Pancasila itu sakti, dan tidak akan tergantikan oleh ideologi apapun

by -34 views

MITRAPOL.com, Jakarta – Kesaktian pancasila kembali lagi diuji dengan maraknya kejadian yang dialami bangsa Indonesia, diantaranya adalah aksi demonstrasi yang berujung rusuh dan juga berbagai peristiwa yang terjadi belakangan ini di tanah air, mulai masalah Papua, unjuk rasa di Ibu Kota Jakarta, hingga penutupan rumah ibadah kelompok tertentu menjadi ujian bagi kesaktian Pancasila yang telah menjadi pemersatu bangsa Indonesia yang bhineka.

Dimana malam ini juga pernah terjadi ujian bagi kesaktian pancasila pada tahun 1965 dimana pada saat itu adanya gerakan yang dinamakan gerakan 30 September. Pepecahan antar anak bangsa kembali lagi dipertontonkan, idiologi pancasila kembali lagi terusik, semua dikemas dan dibalut dengan permasalahan agama, ras dan golongan.

Apakah Pancasila masih sakti? Jika masih, adakah kesaktian itu teruji oleh dinamika sosial politik dan gesekan yang terjadi di tengah masyarakat akhir-akhir ini?

Hal tersebut membuat Generasi Optimis (GO) Indonesia merasa perlu membuat dan menginisiasi sebuah diskusi publik yang bertemakan “Menakar Ujian bagi Kesaktian Pancasila di Tahun 2019,” pada (30/9/2019) senen malam di bilangan raden saleh jakarta pusat.

Acara diskusi yang sekedar ngopi bareng ini bertujuan mengajak masyarakat untuk berdoa dan juga tidak perlu merasa takut akan peristiwa yang terjadi pada 30 september beberpa tahun silam dan juga peristiwa yang terjadi belakangan ini.

Diskusi publik yang berlangsung menarik tersebut dimanfaatkan oleh GO Indonesia untuk mengajak segenap elemen bangsa agar berdoa supaya tanggal 1 Oktober yang merupakan Hari Kesaktian
Pancasila menjadi titik balik kedamaian dan kemajuan bangsa Indonesia munuju kesejahteraan dan kemakmuran.

Turut hadir dalam diskusi dan menjadi narasumber diantaranya adalah Frans Meroga yang merupakan Wakil Ketua Umum GO Indonesia, Tigor Mulo Horas Sinaga menjabat sebagai Sekjen dari GO Indonesia, Bayu Winarko Pakar Manajemen, dan sebagai penanggap, Dhimas Anugrah, pemerhati sosial dari Oxford Center for Religion and Public Life, Inggris.

Frans Meroga, Wakil Ketua Umum GO Indonesia, mengajak kepada seluruh elemen bangsa, adik-adik pelajar dan mahasiswa untuk tenang dan tidak perlu membuat rusuh dan gaduh apalagi merusak, dimana menurutnya Bangsa Indonesia sejak awal hidup dalam nilai-nilai Pancasila.

“Apakah Pancasila masih sakti? Iya, itu pasti, dan akan selamanya sakti. Kesaktian Pancasila itu tetap akan teruji walau negeri kita sedang diterpa dinamika sosial politik dan gesekan tengah masyarakat. Pada tahun 1965 Pancasila lolos uji kesaktian, dan tahun ini pun akan tetap teruji kesaktiannya,” ungkap Frans.

Dalam kesempatan yang sama Dhimas Anugrah yang namanya masuk dalam bursa calon Walikota Surabaya ini mengatakan Pancasila itu sakti karena tidak tergantikan oleh ideologi apapun yang coba masuk ke Indonesia

“Pancasila adalah rumah kita bersama. Pancasila adalah rahmat Tuhan sendiri bagi bangsa kita. Bangsa kita takkan dapat bertahan tanpa Pancasila. Jangan ada yang coba-coba gantikan Pancasila dengan ideologi lain,” tegas Dhimas

Pada saat yang sama juga sekjen GO Indonesia, Tigor Mulo Horas Sinaga, menambahkan, Pancasila itu sakti. Tidak ada yang sanggup menggoyahkannya. Bagi para pihak yang coba mengganggu Pancasila, mereka akan berhadapan dengan TNI-Polri dan segenap bangsa Indonesia.

“Ujian-ujian bagi kesaktian Pancasila di tahun 2019 itu berupa permainan isu SARA, persekusi terhadap kelompok tertentu, dan pihak yang benci Presiden Jokowi. Tetapi Pancasila akan teruji. Tahun 1965 Pancasila terbukti kesaktiannya, dan akan tetap sakti sampai selamanya,” ujar Horas

 

 

Reporter : BS

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *