Jangan biarkan Jokowi sendiri, Haidar Alwi dan relawan siap kawal sampai pelantikan

by -35 views

MITRAPOL.com, Jakarta – Melihat dinamika politik menjelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 20 Oktober 2019, Haidar Alwi yang merupakan penggiat anti radikalisme dan anti intoleran meminta kepolisian untuk dapat cepat membongkar pemain di balik aksi-aksi demontrasi yang berujung anarkis beberapa waktu yang lalu. Dan menurut Haidar rentetan kejadian yang terjadi dari sebelum kampanye pemilu sampai sekarang berkaitan satu sama lain.

Haidar juga menjelaskan prihal dalam rentetan kejadian mulai dari bentrokan di Wamena, Karhutla di Riau dan Kalimantan, hingga aksi demonstrasi Pelajar dan Mahasiswa yang berujung bentrok. Dan rentetan kejadian tersebut merupakan kejadian yang tak mungkin berjalan dan terjadi dengan sendiri. Jika kita cermati terdapat benang merahnya dalam rentetan kejadian yang dialami bangsa Indonesia pada saat ini

“Tensi politik menyongsong Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 20 Oktober 2019 semakin memanas dan mencekam. Tak bisa dipungkiri, rentetan kejadian sebelum pemilu 2019 sampei dengan aksi massa yang marak belakangan ini sangat mungkin ditunggangi,” kata Haidar Alwi dalam acara Ngopi Pas yang diselenggarakan oleh Forum Jurnalis Merah Putih bertemakan “Dinamika Politik Jelang Pelantikan Jokowi 2019” pada, Rabu (02/10/2019) di Kawasan cikini, Jakarta Pusat.

Haidar menambahkan “Banyak kepentingan yang bermain di balik aksi-aksi itu. Bahkan ada dugaan kuat kaum radikal dan intoleran menjadi penyokong berbagai aksi yang mengancam keutuhan bangsa ini. Kuat dugaan, kelompok ini berperan dalam perang saudara di negara-negara timur tengah seperti Suriah, Mesir, Afghanistan, dan negara arab lainnya. Kini mereka mencoba masuk ke Indonesia dengan menunggangi kelompok kepentingan yang ada,”

Saat ini Jokowi sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan dalam kondisi terdesak. Memang, katanya sebagai pemenang Pilpres 2019 dengan perolehan suara yang meyakinkan, Jokowi -KH Maruf Amin telah sah dan konstitusional menjadi Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024.

“Walau Jokowi-Amin sudah memiliki legalitas dari hasil pemungutan suara rakyat pada 17 April 2019 lalu. Namun kelompok penunggang aksi-aksi anarkis ini, masih akan terus menggoyang pak Jokowi. Bahkan dibusukkan dengan isu-isu negatif hingga memicu rentetan kejadian yang membuat pilu anak bangsa,” ujar Haidar Alwi.

Haidar menjelaskan bahwa jika aksi negatif dan gerakan massa ini terus terjadi, bisa dibayangkan bagaimana dahsyatnya ledakan aksi menjelang 20 Oktober 2019. Bahkan jika tidak ada upaya pencegahan, sangat besar kemungkinan aksi massa akan meledak, mungkin pada 18, 19, bahkan 20 Oktober 2019.

“Kita semua khawatir, akan terjadi pertumpahan darah sesama anak bangsa di negeri ini. Hal ini yang harus dicegah dan kepolisian kita dukung bekerja untuk memberangus gerakan penunggang kejadian-kejadian ini,” jelas Haidar

Melihat kondisi bangsa dan negara serta posisi presiden Jokowi yang bisa dibilang dalam kondisi terpojok, maka wajar akhirnya muncul pertanyaan, kemana para pendukung Jokowi selama ini? Kemana para relawan? Masihkan solid dan setia bersama Jokowi? Juga ada pertanyaan kata Haiidar Alwi, bagaimana proses konsolidasi pasca-Pilpres? Ataukah semua masih sibuk berkutat dengan politik bagi-bagi kekuasaan?

“Dalam kondisi inilah, perlu ditegaskan bahwa Jokowi tidak sendiri. Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) masih setia dan solid memegang teguh konstitusi. Berpedoman pada Pancasila, UUD ’45, Bhinneka Tunggal Ika, serta konsisten menjaga NKRI,” jelasnya

Jokowi tidak sendiri, saya dan relawan ARJ dengan 900 organ relawan yang dinaunginya siap mengawal suksesnya pelantikan presiden, bahkan menopang jalannya pemerintahan Jokowi-KH Maruf Amin demi kemajuan Bangsa Indonesia tercinta ini.

 

 

Reporter : BS

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *