Diduga akibat minimnya pengawasan, Dua Ruang Kelas SMP N 2 Plumbon Cirebon ambruk

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Cirebon – Terdengar suara gemuruh dibarengi dengan jeritan para murid, ketika semua Guru keluar ternyata siswa kami pada menjerit berhamburan keluar Kelas akibat dari atap bangunan kelas mereka tiba-tiba ambruk, ambruknya atap dua ruang kelas belajar runtuh tanpa sebab.

Hal Ini disampaikan kepala sekolah SMP N 2 Plumbon, Makrifa S. Pd saat diwawancara Mitrapol, sesaat setelah musibah itu terjadi. Senin (1/10/2019).

Lanjut Kepala Sekolah, ambruknya atap kelas mengakibatkan terhentinya proses belajar mengajar, semua Guru dan murid yang lain keluar dari ruangannya masing-masing. Saya sendiri sangat terkejut melihat murid-murid kami keluar ruang kelas dalam kondisi menangis dan baju kotor semua.

Tidak ada tanda-tanda atau sebab lain yang mengakibatkan Ambruknya dua ruang belajar, dari pagi kami belajar seperti biasa mas dan saat jam istirahatpun kami seperti biasa kumpul diruang Guru dan ada yang melaksanakan Sholat Duhur. Setelah itu kami kembali mengajar, tidak ada hujan dsn tidak ada angin. Tiba-tiba terdengar Suara gemuruh disertai jeritan tangis siswa-siswi yang tertimpa balok, reng dan genteng, jelasnya.

Ketua BPAN AI Mas Dedi (Tengah) didampingi Wakil Kepala Sekolah dan Kanit Polsek Depok ke 2 dari kanan.

Sebetulnya pihak Sekolah tiap tahun mengajukan rehabilitasi ruang kelas belajar, namun tidak pernah ada realisasi dari pihak Dinas, akhirnya sampai terjadi ambruk dengan sendirinya. Saya ingin hal ini menjadi perhatian pihak Dinas, jika pihak Sekolah yang mengajukan Rehab tolong segera ditanggapi dan dilakukan Pemeriksaan. Jangan sampai harus menunggu korban lagi, pintanya.

Ketika diwawancara Mitrapol saat menerima tamu dari Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon H. Asdullah dan dari Dinas Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah Jakarta.

Makrifa S. Pd menambahkan, siswa-siswi yang menjadi korban musibah tersebut sudah dibawa ke Rumah Sakit terdekat seperti RS. Mitra Plumbon, dengan memakai mobil Ambulance dari Dinas Kesehatan setempat dibantu dengan kendaraan operasional Polsek yang pada saat kejadian stanby dilokasi.

Ditanya bagaimana dengan korban yang mengalami luka berat dan ringan, Makrifa (Kepala Sekolah SMP 2 Plumbon) karena kecelakaan masih diruangan kelas dan sedang dalam proses belajar mengajar, Insya Alloh biaya ditanggung Sekolah dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon. Imbuhnya.

Beberapa siswa-siswi korban puing-puing ruang kelas yang ambruk sedang dirawat di RS Mitra Plumbon.

Berbeda dengan tanggapan dan komentar dari Ketua Badan Penelitian Aset Negara Aliansi Indonesia Mas Dedi (panggilan sapaannya), pada saat menyambangi lokasi ambruknya dua ruang kelas belajar di SMP N 2 Gombang Plumbon. Dirinya berpendapat bahwa kejadian ini adalah Musibah yang perlu kita terima dengan Ikhlas, namun perlu intropeksi dan kepedulian dari guru-guru pengajar sendiri. Ketika kita melihat dan menyaksikan sendiri bangunan dalam kondisi rusak dan tidak layak, sampaikan kepada Kepala Sekolah supaya temuan itu langsung ditindaklanjuti untuk dilaporkan ke Kepala Dinas, sahutnya.

Masih bersama Ketua BPAN AI, dirinya sangat prihatin dengan kejadian yang menimpah anak didik kita. Sehingga tidak sedikit korban yang luka berat dan ringan.

Hali ini juga menurutnya diakibatkan kurangnya pengawasan dalam melaksanakan Rehabilitasi sekolah, sehingga terjadi ambruknya dua ruang kelas belajar. Tapi klo fungsi pengawasannya diterapkan Insya Alloh tidak akan terjadi seperti yang dialami Sekolah SMP N 2 Plumbon. Sahut Mas Dedi.

 

 

Reporter : Darto

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *