Banyak matinya dari pada hidupnya, Ampera dan masyarakat Nunukan tuntut PLN transparan

by -41 views

MITRAPOL.com, Nunukan Kaltara – Aliansi Mahasiswa Perbatasan (Ampera) dan masyarakat melakukan aksi unjuk rasa damai di kantor PLN Rayon Nunukan. Selasa (8/10/2019).

Para pengunjuk rasa yang disuarakan dari atas mobil komando, meminta Manager Area Berau untuk segera melakukan normalisasi listrik Kabupaten Nunukan, meminta transparansi data terkait krisis listrik, kemudian mendesak kompensasi atas kerugian yang diakibatkan oleh pemadaman dan meminta transparansi kinerja pemerintah daerah dan DPRD Nunukan terkait krisis listrik di Kabupaten Nunukan.

Kepala UPL PLN Nunukan Rachmad Adi Widodo menemui pengunjuk rasa dengan dikawal langsung oleh Wakapolres Nunukan Kompol Imam Muhadi.

Dihadapan pengunjuk rasa, Rachmad meminta perwakilan mahasiswa dan masyarakat untuk berdialog di dalam kantornya. Akhirnya lima perwakilan mahasiswa dan dua dari masyarakat menerima permintaan tersebut. Mereka pun berdialog selama satu jam.

Selama dialog mahasiswa dan masyarakat tetap mempertegas tuntutannya hingga PT PLN UPL Nunukan memberikan jawaban.

Rachmad menyatakan bahwa pemberian kompensasi tidak serta merta diberikan kepada pelanggan yang mengalami kerugian akibat pemadaman listrik.

Pemberian kompensasi ada aturan yang menaunginya yaitu permen ESDM Nomer 27 Tahun 2017, kami tidak bisa lepas dari permen tersebut, ujarnya.

Kita harus tau sebabnya dulu, harus kroscek, sesuai tidak dengan permen, pengecualian di permen kita masuk atau tidak, jadi kita berkiblat kepada permen.

Ketentuannya telah diatur dalam peraturan Menteri ESDM. “Masalah pemberian kompensasi sudah pakem diatur dalam Permen ESDM. Jadi tidak semua kerugian pelanggan diberikan ganti rugi,” Jelas Rachmad.
Mengenai tuntutan dari mahasiswa dan masyarakat yang meminta penjelasan soal tiga mesin yang didatangkan dari Batu Sopang, Balikpapan. Rachmad menjelaskan.

Rachmad mengatakan bahwa ketiga mesin yang didatangkan dari Batu Sopang itu memang pernah dipakai tapi masih layak dioperasikan.

Kenapa bukan mesin baru?, jika mesin baru maka perlu dilakukan pelelangan lagi di PT PLN pusat. Tentunya membutuhkan waktu yang cukup lama.

Disebutkan Rachmad ketiga mesin yang didatangkan untuk Pulau Sebatik ini merupakan antisipasi jangka pendek saja agar pemadaman listrik tidak berkepanjangan.

Rachmad mengaku mendapatkan informasi ketiga mesin pembangkit itu saat ini telah dekat dari perairan Pulau Sebatik.

“Semoga satu dua hari ini sudah sampai di Pulai Sebatik dan langsung dipasang, dioperasikan. Pemasangan ketiga mesin pembangkit ini akan dipasang satu per satu,” pungkas Rachmad.

 

 

Reporter : Yusuf P

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *