Sita barang tidak sesuai SOP, Karantina Nunukan digugat ke Pengadilan

by -121 views

MITRAPOL.com, Nunukan Kaltara – Darmawati salah sorang pedangang sayuran di Sebatik Tarakan menjadi korban tindakan Karantina yang melakukan penangkapan dan penyitaan barang tampa prosedural mengakibatkan dirinya mengalami kerugian mencapai Ratusan juta.

Hingga kasus ini bergulir sampai ke Pengadilan, sidang perdana gugatan berlangsung di Pengadilan Negeri Nunukan, Kamis(10/10/2019) Darmawati didampingi Asrul SH selaku Penasehat Hukum.

Menurut Asrul, Karantina Nunukan, diduga telah melakukan penangkapan dan menyita barang milik Darmawati diatas Kapal KM. Manta, Kapal Ferry Reguler Nunukan Tarakan, berupa Wortel dan Bawang Putih yang langsung diturunkan oleh pihak Karantina ini tanpa Protap tidak sesuai dengan Standar Operasional (SOP).

Lanjud Asrul, kita masih dalam praduga tak bersalah. barang ini bukan dalam Lidik masih dalam kategori biasa, olehnya itu kami selaku Penasehat Hukum menuntut Karantina Nunukan untuk menganti kerugian yang dialami oleh Klain kami, karena diduga menangkap tidak seduai standar operasiona yang mengakibatkan klain kami mengalami kerugian hingga mencapai Ratusan Juta.

Darmawati bersama Kuasa Hukum saat sidang perdana

Begitu juga saat menangkap menyita barang tidak mengatongi surat perintah atasan atau pimpinan, saat barang sitaan dimusnakan juga tidak ada pemberitahuan atau surat yang ditujukan kepada pemiliknya, kenapa Karantina tidak melakukan Proses Hukum kalau memang barang itu melanggar Hukum, negara kita ini Negara Hukum menjunjung tinggi Hulum sebagai pahlawan.

Berdasarkan informasi yang didapat dari masyarakat Sebatik, Pelabuhan Lalesalo Sebatik itu merupakan tempat bongkar muat barang dari Tawau dan sebelum kapal dibongkar barangnya pihak petugas lebih dahulu melakukan pemeriksaan barang disana dilakukan oleh sejumlah intansi terkait seperti Beacukai, karangtina, Petugas TNI dan Polri.

Kalau barang itu terlarang harus ditolak atau disita, Kalau barang sudah aman tidak bermasalah lagi baru barang dibongkar lalu dinaikan di Daratan.

Sementara barang sayuran milik Darmawati ini dia beli dari Usaha Dagang (UD) bukan dia langsung ke Tawau mengambilnya tapi dia membeli kepada pedagang di Sebatik lalu dijual kembali ke Tarakan.

Nah kenapa Karantina melakukan penyitaan sementara pedagang lain tidak ditangkap, kenapa Karangtina membiarkan yang lain, Kok yang lain tidak ditangkap, ini seolah olah ada sasaran khusus untuk menghancur ibu Darmawati .

Menurut Darmawati selaku Korban menyampaikan Kasus ini kami sudah laporkan di Polres Nunukan tindak pidanya dan juga kami laporkan dan mengugat dipengadilan, saya sudah berkali kali ditangkap barangnya pertama kedua ketiga kami tidak tau karangtina menyimpan dimana dan ke empat dan kelima kamivsudah tidak rahan perlakuan Karangtina main tangkap main sita dan tidak juga di proses Hukum saya laporkan ke Polisi dan gugat dipengadilan, saya mau tau apa salah kami.

Kuasa Hukum Pihak Karantina Nunukan

Bahkan sopir saya diancam, barang sitaan ini jangan coba-coba mengambilnya, sopir saya diintimidasi, kata Darmawati kepada wartawan saat sidang Pertama.

Pihak Karantina memaksa barang kami diturungkan dari Kapal Manta, padahal sudah kami bayar tiap koli Rp 45.009/Koli kami bayar ke Negara, alasan Karantina, barang ini diamankan saja nanti dikembalikan, yang punya bisa mengambil sendiri dikantor Karantina.

Saat barang itu mau diambil, pihak Karantina beralasan lagi, kami tunggu perintah pimpinan kami dari Tarakan, dan saat kami mendatangi Karagtina Tarakan, petugasnya malah mengatakan tangkapan orang Nunukan dia sendiri bertanggungjawab kenapa Karantina Tarakan mencapuri itu urusan Karantina Nunukan.

Caba kalau diproses sesuai hukum, kami siap melayani dan patuh pada hukum, banyak pak pedagang kenapa barang saya saja yang ditangkap, kenapa yang lain tidak ditangkap, ada apa dengan Karantina Nunukan ini, pungkas Darmawati.

 

 

Reporter : Yusuf P

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *