Tarik paksa mobil kredit, LSM BAKON pidanakan Dept Colector

by -196 views

MITRAPOL.com, Makassar — LSM Bakon Sulsel resmi melaporkan Dept Colector yang telah mengambil paksa dengan cara menderek dan memalang mobil milik Agus Sulaiman.

Menurut Ketua LSM BAKON Irwan Hasan Tiro, ada perlakuan yang kurang pantas ketika pihak pembiayaan menderek mobil tersebut. Belum lagi adanya dugaan pemerasan yang dilakukan pihak pembiayaan yang BAKON duga mengandung unsur pidana.

Dari kronologis kejadian yang dialami pihak konsumen atas tindakan leasing ataupun finance ini merupakan suatu tindakan hanya menguntungkan sepihak yang dimana pada saat itu saudara Agus mendatangi Bank Maybank dengan tujuan untuk membayar angsuran mobilnya dengan merek Datsun Go berwarna putih dengan nomor polisi DD 1562 YQ, namun setelah dirinya sampai di Bank tersebut, dia menemui salah satu karyawannya.

Irwan juga menambahkan, Pihak Maybank menyuruh untuk menunggu pihak ketiga yaitu pihak dari Debcolector dari PT. Tiga Dimensi Tiga Tiga yang melakukan penarikan.

Saudara Agus berniat untuk melakukan pembayaran angsuran selama dua bulan namun pihak ketiga dari Deb Colector tersebut meminta kepadanya untuk bayar angsuran dan denda selama tiga bulan beserta biaya operasional sebesar 20 juta rupiah.

Inikan bisa dikatakan menguntungkan fihak Bank Maybank saja, bahkan cara untuk menguasai kendaraan mobil dari pada saudara Agus, papar Irwan kepada Media Mitrapol.com saat membuat laporan di Polda SulSel.

Saya bersama saudara Agus Sulaiman sudah resmi melaporkannya ke Unit Ditreskrimum Polda Sulsel yang diterima Hj. Minarwati staf Bidkumumum, tutur  Irwan

Kita adalah negara hukum dan harus mengikuti aturan yang berlaku di NKRI, laporan terkait kasus yang dialami pak Agus ini dimana mobilnya diambil dengan cara pemaksaan, pemerasan dan kita tetap berpatokan pada peraturan menteri yaitu sejak 2012, Kementerian Keuangan telah menerbitkankan peraturan yang melarang leasing untuk menarik secara paksa kendaraan dari nasabah yang menunggak pembayaran kredit kendaraan (Peraturan Menteri Keuangan No.130/PMK.010/2012), tegasnya.

Kami sangat mengharapkan tindakan tegas sesusai undang-undang yang berlaku, kami minta Polda Sulsel untuk memprosesnya supaya tidak semakin marak tindakan-tindakan yang kami anggap ini tidak dibenarkan dan makin banyaknya korban lain dari pada pihak-pihak leasing yang merampas yang seharusnya juga milik konsumen, tutup Irwan.

 

 

Reporter : Mir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *