Mantan Dirut PT SPM didakwa tipu korban Rp 2,2 Miliar

by -36 views

MITRAPOL.com, Medan – Marzuki Hasyem (46) mantan Direktur Utama PT Surya Perdana Mandiri (SPM) didakwa di Pengadilan Negeri (PN) Medan, terkait perkara penggelapan / penipuan terhadap saksi korban Sulaiman Ibrahim.

Menurut Jaksa Penuntut Umum. (JPU) Candra Naibaho dari Kejari Medan dalam persidangan dipimpin hakim ketua Syafrin Batubara, Kamis (10/10/2019), dengan segala tipu daya terdakwa telah merugikan saksi korban sebanyak Rp 2,2 miliar lebih.

Peristiwanya berkisar Desember 2017 hingga Mei 2018, terdakwa mendatangi kantor saksi korban Sulaiman Ibrahim di Jalan Beo Indah II No.43 E Sei Sekambing B Medan, Kedatangan terdakwa menawarkan job (pekerjaan) di Wika Industri dan kontruksi Jakarta.

Korban setuju menjadi sub kontraktor, dengan syarat harus menggunakan perusahaan saksi korban PT Kasama Garda. Selain itu terdakwa juga memasukan perusahaan PT SPM, terdakwa menjabat sebagai Direktur Utama.

Saat proses berjalan, terjadi perubahan struktur kepengurusan PT SPM, terdakwa Marzuki Hasyem tidak lagi menjabat sebagai Direktur Utama, digantikan Ny. Eva Yanti. Sedangkan Direktur dijabat oleh Sulaiman Ibrahim (saksi korban) menggantikan Ny. Asniar Zakaris. Sedangkan Komisaris atas nama Adnansyah.

Meski struktur kepengurusan berubah, rekening PT SPM masih atas nama terdakwa Marzuki Hasyem. Nah, dengan situasi seperti itu, saksi korban kesulitan melakukan transaksi uang masuk dan keluar, termasuk dalam pembayaran pajak perusahaan.

Rupanya kondisi seperti itu dimanfaatkan terdakwa yang beralamat Komplek Bumi Asri Blok C No.97 Kel. Cinta Damai Kec. Medan Helvetia Kota Medan ini untuk menguras uang saksi korban, sehingga mengalami kerugian sebesar Rp 2.250.000.000.

Semula terdakwa melakukan pinjaman Rp. 200juta yang dibuat tanda terima kwitansi. Kemudian setor tunai ke rekening terdakwa Rp. 100juta, transfer Rp.200juta, cek sebesar Rp.150 juta, transfer sebesar Rp100juta.

Kemudian korban melakukan pemindahan buku sebesar Rp. 1 miliar, transfer uang sebesar Rp. 500juta untuk pembayaran pekerjaan cat pipa kepada pemborong di Aceh.

Setiap kegiatan keuangan, transaksi keluar masuknya uang PT SPM harus melalui rekening terdakwa. Sebab rekening PT SPM masih atas nama terdakwa. Kacaunya, semua transaksi tidak dilaksanakan terdakwa dan uangnya dikuasai untuk kepentingan pribadi.

Akibat perbuatan terdakwa maka saksi korban mengalami kerugian kurang lebih Rp. 2.250.000.000. Dengan begitu, terdakwa diancam dengan pasal 378 dan 372 KUHPidana.

 

 

Repoter : Zul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *