Janda miskin tempati istana megah viral di FB

by -36 views

MITRAPOL.com, Aceh Timur – Hanifah Idris (40) janda miskin di kecamatan Madat luput dari perhatian pemerintah, bahkan ada sepertinya pemerintah buta terhadap penderitaan rakyat.

Rendahnya angka kemiskinan ini dianggap sebagai pencapaian dalam implementasi kebijakan pemberantasan kemiskinan sejak dua dasawarsa terakhir

Namun jika kita melihat kemiskinan dalam lensa yang lebih luas, kita perlu mempertanyakan klaim pemerintah ini, sebab ada kelompok masyarakat Indonesia yang luput dari kebijakan pengentasan kemiskinan

Mereka selama ini terus mengalami kerentanan, pada satu saat berada di ujung garis kemiskinan dan saat lain di bawah garis kemiskinan. Golongan ini, yang disebut oleh para ekonom adalah kelompok miskin transient, berjuang sepanjang hidupnya untuk tidak jatuh miskin, tapi kerap gagal. Namun demikian mereka tetap luput dari perhatian dan bantuan pemerintah baik daerah maupun pusat.

Tahun lalu Camat Madat pernah memohon pada kami, agar rumah Hanifah Idris yang beralamat di dusun Teupin sireen, Gampomg Meunasah Asan, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur untuk tidak diliput di media, karena rumah tersebut akan segera kita bangun, bahkan Camat Muchtaruddin.SE meminta dikirim photo copy KTP Hanifah Idris untuk di kirim ke Bupati Aceh Timur ucap Razali Yusuf kepada sejumlah awak media

Lanjutnya tapi sayang, janji tinggal janji, pasalnya bantuan rumah untuk warga miskin yang lain sudah mulai di bangun bahkan hampir akhir tahun 2019, namun rumah Hanifah Idris yang dijanjikan pak camat Muchtaruddin.SE tak kunjung tiba, hanifah idris hanya dijadikan penonton bahkan menurut hasil surfe Tim Acheh Future rumah Hanifah tidak layak lagi di rehab ujar Razali yusuf

Hazriah putri kedua Hanifah Idris mengatakan, jika musim caleg tiba, banyak caleg datang kerumah bahkan mereka juga menjanjikan bermacam macam bantuan, namun sampai hari ini tak kunjung tiba, entah bagaimana itu saya tidak tau ucap gadis tersebut

Menyimak berita viral di medsos awak media mitrapol.com mencoba menelusurinya, camat madat Muchtaruddin.SE yang di konfirmasi via whatsapp membenarkan berita viral tersebut, benar adanya rumah janda miskin atas nama Hanifah idris, dan saya sekarang berada di rumah hanifah idris, kami sudah melaporkan kepada Bappeda, namun rumah tersebut di bangun pada tahun 2020 nanti, disaat kami lapor ke pak Bupati, perintah pak Bupati Aceh Timur untuk segera merehab rumah Hanifah, rencananya hari senin langsung kita mulai merehab rumah tersebut, lagi pula rumah tersebut ditempatkan di tanah orang lain, ibu Hanifah tidak memiliki tanah.

Menyangkut tudingan janji saya, saya akan berusaha, memperjuangkan aspirasi masyarakat, namun untuk membangun rumah Hanifah, Camat bukan kuasa pengguna anggaran, camat hanya bisa berusaha dan memperjuangkannya tulis camat Muchtaruddin.SE dalam pesan WhatsApp

Numun kabar yang beredar yang diketahui awak media, untuk dibangunnya rumah Hanifah sudah ada hamba Allah yang mewakafkan tanah untuk lokasi rumah tersebut,

Hasil konfirmasi awak media mitrapol.com dengan kepala desa meunasah Asan Baktiar, menyangkut tentang tanah wakaf untuk Hanifah idris saya belum tau, artinya belum ada saya buat surat Wakaf untuk Hanifah, maka saya bilang saya tidak tau.

Menyangkut dengan Dana Desa, bukan saya tidak mengalokasikan biaya rumah Rehab untuk ibu Hanifah, tapi Pada tahun 2018 saya bersama pak Camat sudah membuat proposal untuk Rumah Rekon, dan saya antar bersama pak Camat Muchtaruddin.SE ke kantor PUPR Aceh Timur, karena kabid di PUPR Aceh Timur mengatakan rumah Rekon untuk Hanifah idris sudah pasti di bangun pada tahun 2019,

Lanjutnya dari pada terjadi tumpang tindih, maka tidak saya masukkan lagi rumah rehab untuk Hanifah idris, jangan tanya nama kabid PUPR yang saya jumpai, saya tidak tahu, karena saya pun pergi sama pak Camat tandasnya

Walaupun sudah saya antisipasi untuk tidak terjadi tumpang tindih, ternyata itu juga yang terjadi, karena kontraktor rumah Rekon tidak pernah memberitahukan kepada saya, tentang pembangunan rumah Rekon, siapa yang menerima dan berapa unit rumah Rekon tersebut seperti yang sudah di bangun di desa Meunasah Asan, itu tidak pernah pihak rekanan memberitahukan kepada saya, seandainya pihak rekanan berkoordinasi dengan saya, tentunya saya bisa mengatakan kalau rumahvsi A sudah saya bangun, tinggal rumah si B yang belum, kan bisa kita tukar ucap keuchik Meunasah Asan Baktiar.

 

 

Reporter : Zul Aceh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *