Dugaan Korupsi Tapian Siri-siri, Bupati Madina temui penyidik Pidsus

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution akhirnya menghadiri panggilan Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejatisu untuk diperiksa oleh tim Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut di Kantor Jalan A Haris Nasution Medan, Senin (14/9/2019).

Kehadiran orang pertama di Pemkab Madina untuk dimintai keterangannya sebagai saksi dalam perkara korupsi  pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tapian Siri-siri Syariah (TSS) dan Taman Raja Batu (TRB).

Dahlan datang dengan  mengenakan kemeja putih lengan pendek, celana hitam dan sepatu pantofel hitam. Dia datang didampingi sejumlah orang.

Pantauan wartawan hingga sore tadi, suasana pemeriksaan Dahlan Hasan agak berbeda dengan pemeriksaan perkara-perkara dugaan korupsi kainnya.

Wartawan  tidak diperkenankan masuk ke dalam gedung Kejati Sumut dan menunggu di lobi belakang gedung tersebut.

Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumut Sumanggar Siagian yang dikonfirmasi via sambungan WA, Senin petang membenarkan kehadiran orang nomor satu di Pemkab Madina itu untuk memenuhi panggilan Bidang Pidsus Kejati Sumut.

“Iya, benar tadi datang jam 10.00 WIB. Dia dipanggil sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi pembangunan TSS dan TRB. Biasalah dimintai keterangan sebagai saksi”, sebut Sumanggar.

Sumanggar tidak merinci lebih lanjut kaitan Dahlan dengan proyek tersebut. Nanti akan disimpulkan oleh tim pemeriksa .

“Selama diperiksa dia sempat istirahat makan dan shalat. Diperiksa sampai jam 3 sorei,” bebernya.

Informasi yang dihimpun, kedatangan Dahlan ke Kejati Sumut merupakan yang pertama, setelah tiga kali dipanggil tim jaksa penyidik pidsus. Panggilan terakhir pada 8 November 2019 lalu.
Dalam kasus korupsi pembangunan TSS dan TRB, tim Pidsus Kejati Sumut telah menetapkan 6 orang tersangka. Di antaranya dari pihak pengguna anggaran.

Terkait perkara ini, tiga terdakwa  sedang diadili di Pengadilan Negeri Medan, Plt Kadis Perkim Madina Rahmadsyah Lubis (49), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Perkim Madina TA 2017 Edy Djunaedi (42) dan Akhyar Rangkuti (40), selaku PPK Perkim Madina TA 2018. (zul)

Sedangkan tiga tersangka lainnya masih dalam tahap pemberkasan. Ketiganya  yaitu SD (46) PlT Kepala Dinas PU dan Tata Ruang Kabupaten Mandailing Natal, NS (45) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PU Kabupaten Mandailing Natal 2017 dan LS (48) PPK Dinas PU Kabupaten Mandailing Natal TA 2018.

 

 

Reporter : Zul

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *