Jelang Pilkada Medan Jaksa eksekusi Ramadhan Pohan

by -19 views

MITRAPOL.com, Medan – Kejati Sumut akhirnya menjebloskan mantan calon Walikota Medan Ramadhan Pohan terkait perkara penipuan yang telah berkekuatan hukum tetap ke Lapas Kelas I Tanjung Gusta Medan.

Eksekusi dilakukan menyusul diterimanya putusan Mahkamah Agung (MARI) yang menghukum mantan Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat itu dengan pidana tiga tahun penjara.

“Terpidana kita eksekusi pada Hari Jumat (12/10/2019) lalu sekitar pukul 1 siang,” ucap Kasi Penkum Kejati Sumut Sumanggar Siagian, Senin (14/10/2019).

Mengutip putusan MARI lanjutnya, Ramadhan Pohan dinyatakan telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana penipuan. Hal itu sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHPidana.

“Sesuai amar putusan Mahkamah Agung, terpidana dihukum tiga tahun penjara,” sebut Sumanggar.

Ditambahkan, Ramadhan Pohan cukup koperatif. Pasalnya, dia datang tak lama setelah tim jaksa melayangkan surat pemanggilan. “Terpidana koperatif memenuhi panggilan. Dan langsung kita eksekusi ke Lapas Tanjung Gusta Medan,” bebernya

Sedangkan terpidana lainnya dalam perkara tersebut, oknum bendahara Ramadhan Pohan yakni Linda Savita Hora Panjaitan yang masuk dalam Tim Sukses Pilkada Kota Medan 2015 lalu, belum memenuhi panggilan eksekusi.

“Sudah kita layangkan surat, tapi dia belum datang. Kita tunggu. Bila beberapa kali pemanggilan dia mangkir kita akan lakukan penjemputan upaya paksa,” ujar Sumanggar.

Hukuman tiga tahun penjara yang harus dijalani Ramadhan Pohan merupakan putusan Majelis Hakim MARI yang diketuai Andi Abu Ayyub Saleh dengan anggota Wahidin dan Margono.

MARI menguatkan putusan Pengadilan Tinggi (PT) Sumut yang menghukum Ramadhan Pohan pidana tiga tahun penjara. Sementara di tingkat Pengadilan Negeri (PN) Medan, Ramadhan hanya dijatuhi hukuman 1 tahun dan 3 bulan penjara.

Dalam perkara ini, Ramadhan dan Savita Linda Hora Panjaitan dinyatakan telah menipu Rotua dan putranya Laurenz. Rotua merugi Rp10,8 miliar. Sedangkan korban lainnya Laurenz Rp4,5 miliar. Sehingga totalnya menjadi Rp15,3 miliar.

Perkara penipuan ini terjadi menjelang pilkada serentak pada pengujung 2015. Korban mengaku terbujuk rayu dan janji. Hingga mau memberikan uang sebesar Rp15,3 miliar untuk kepentingan Ramadhan Pohan, yang maju calon Wali Kota Medan.

Ramadhan dan Linda mengiming-imingi korban dengan sejumlah persentase keuntungan. Untuk meyakinkan korban, Ramadhan Pohan meninggalkan cek kepada Laurenz. Ternyata saat akan dicairkan isi rekeningnya hanya sekitar Rp10 juta. (zul)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *