Korupsi Bank Syariah Mandiri, Koperasi Pertamina tak mampu bayar cicilan

by -84 views

MITRAPOL.com, Medan – Sidang lanjutan perkara korupsi Bank Syariah Mandiri (BSM) cabang Gajah Mada Medan, senilai Rp 24,8 miliar, dengan terdakwa Drs. Khaidar Aswan (56) digelar di PN Medan, (14/10/2019), dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ingen Malem dkk menghadirkan lima saksi antara lain, Ridwan (mantan ketua koperasi), Kusnadi Tarmizi, Gazali (Sekretaris Wakil Sekretaris) , OK Ridho (bendahara) dan seorang petugas kebersihan (clening servis).

Pada prinsipnya, keempat saksi tidak mengetahui secara rinci tentang proses kredit yang sebesar Rp 24,8 miliar yang diajukan terdakwa ke Bank Syariah Mandiri cabang Gajah Mada, Medan.

Saksi mantan Ketua Koperasi Karyawan PT Pertamina Medan UPMS-1 Medan Ridwan menyatakan heran bila koperasi diketuai terdakwa Khaidar Aswan, tidak mampu mencicil pinjaman ke bank.

“Di akhir kepengurusan saya sebagai Ketua Koperasi Karyawan Pertamina ada sejumlah aset. Ada usaha SPBU,  koperasi simpan pinjam dan lainnya. Saya heran yang mulia. Koq bisa koperasi karyawan tidak mampu mengembalikan cicilan utang ke bank, ” tuturnya.

Saksi lainnya, Kusnadi Tarmizi, selaku sekretaris koperasi masa kepemimpinan terdakwa Khaidar Aswan. Dia mengaku disodorkan terdakwa Khaidar Aswan lembaran terakhir untuk ditandatangani.

“Saya tidak sempat membaca isi surat yang baru saya tandatangani itu yang mulia. Belakangan saya tahu setelah kasusnya diproses hukum,” katanya. Saksi Ghazali, Wakil Sekretaris Koperasi tidak banyak mendapatkan pertanyaan dari majelis hakim.

Uniknya, selain keempat pengurus  Koperasi Karyawan PT Pertamina Medan UPMS-1 Medan, dalam persidangan dipimpin hakim ketua Irwan Efendi juga periksa seorang petugas kebersihan (clening servis), selaku saksi

Saksi petugas kebersihan ini, pernah disuruh terdakwa untuk mencairkan dana pinjaman koperasi ke Bank Syariah Mandiri (BSM) cabang Gajah Mada Medan.

“Sekitar 4 kali saya berangkat bersama supir. Ceknya dimasukkan  ke dalam amplop. Uangnya dimasukkan ke dalam kantongan plastik. Pulang dari bank saya kasih langsung kepada ketua koperasi. Saya dikasih cepek (Rp100.000) untuk pengganti bbm,” urainya.

Perlu diketahui, Desember 2015, Khaidar Aswan divonis 11 tahun penjara. denda Rp 500 juta dubsider 8 bulan penjara, dan membayar uang pengganti (UP) sebesar Rp16,7 miliar. Diberi waktu satu bulan, bila tidak harta bendanya disita dan dilelang, subsuder 3 tahun kurungan.

Khaidar Aswan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi kredit fiktif BRI Agro Kantor Cabang Pembantu (KCP) Jalan S Parman senilai Rp20 miliar dari total pencairan dana Rp25 miliar.

Kemudian Nopember 2016, Khaidar Aswan juga dihukum  4 tahun penjara, karena  terbukti bersalah dengan sengaja tidak melaporkan pajak Rp 9,67 M, dan menyampaikan SPT yang isinya tidak benar dan tidak lengkap. Selain  penjara, terdakwa dihukum denda Rp 8,6 miliar, subsider tiga bulan penjara.

 

 

Reporter : Zul

 

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *