Pendamping Desa pemberdayaan, dengan BUMG desa bisa mandiri

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Aceh Timur – Indonesia terdiri atas kurang lebih 74 ribu desa. Artinya, negeri ini punya lebih dari 70 ribu ciri khas dan potensi yang mampu menghidupi. Pembangunan yang selalu berfokus di kota menghasilkan dampak urbanisasi besar-besaran. Akibatnya, desa tidak lagi menarik bagi warga usia produktif. Magnet apa yang mampu menarik gelombang urbanisasi. Senin (21/10/2019).

PDP Simpang Ulim Bukhari menggelorakan pengembangan ekonomi kreatif dan produktif di desa-desa dalam wilayah Simpang Ulim. Jika desa mampu secara mandiri menyediakan kebutuhan warganya, maka desa telah mampu mensejahterakan warga sekaligus mengadakan pendapatan bagi dirinya. Dalam rangka mengakomodasi potensi desa dan pemenuhan kebutuhan warga desa, pemerintah memberikan dukungan besar agar desa memiliki badan usaha yang mampu mengembangkan dan menggerakkan perekonomian lokal, ujarnya

Lanjutnya pembentukan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) menjadi wadah bagi pemerintah desa dan warganya yang secara proporsional melaksanakan program pemberdayaan perekonomian di tingkat desa bebernya

Direktur BUMG Keulayue Keumang Fadhil Muhammad Keberadaan BUMG diharapkan mampu menstimulasi dan menggerakakan roda perekonomian desa. Sejak berlakunya UU No. 32/2004 tentang Pemerintah Daerah, itulah dasarnya mendorong Desa mengembangkan BUMG sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang dimiliki masing-masing desa untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan pendapatan asli desa (PAD) cetusnya

Menurut Habil salah satu Pendamping Lokal Desa PLD di gampong Pucok Alue Barat, Wacana tentang BUMG semakin menguat dengan adanya UU No. 6/2014 tentang Desa yang memaksa Desa memasuki era self governing community dimana Desa secara otonom berwenang mengelola perencanaan pembangunan, pelayanan publik, dan pengelolaan keuangan desa, tutup Habil Abdul Rani.

 

 

Reporter : Zul Aceh

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *