Hari Santri Indonesia, Pesantren sebagai laboratorium perdamaian dunia

by -32 views

MITRAPOL.com, Tangerang Selatan – Yayasan Pesantren Al – Amanah Al- Bantani beserta seluruh unsur pimpinan daerah Kota Tangerang Selatan melaksanakan upacara Hari Nasional tingkat Kota Tangerang yang dilaksanakan pada hari ini Selasa (22/10/2019) Pukul. 07.20 WIB s/d 08.12 WIB.

Kegiatan yang Berlangsung di Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Al Amanah Al Bantani alamat Jl. AMD Babakan Pocis Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan ini mengangkat tema “ Santri Indonesia Untuk Perdamaian Dunia” dan dihadiri ± 1000 orang peserta.

Turut juga hadir dalam acara itu Walikota Tangerang Selatan Hj. Airin Rachmy Diani. SH. MH. M. Kn, Wakil Walikota Tangerang Selatan H. Benyamin Davnie, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang Selatan Bima Suprayogi, Kapolres Tangerang Selatan AKBP Perdy Irawan. S.IK ,. M.Si, Kasdim 0506/Tgr Mayor Inf Rohani, Kepala KUA Kota Tangerang Selatan Abdul Rojak, Ketua MUI Kota Tangerang Selatan KH. Saidih, Camat Setu H Hamdani, Kapolsek Cisauk AKP Rolando VA Hutajulu SH,. MH, Kepala Yayasan Pondok Pesantren Al-Amanah Al-Bantani H. Tubagus Suhandi Ch,. M.Pd, Para Kepala Sekolah Yayasan Al-Amanah Al-Bantani, Kepala Pengasuh Pesantren KH. Ahmad Hadi S.Ag dan Para Santriawan/Santriwati.

Walikota Tangerang Selatan Hj. Airin Rachmy Diani. SH. MH. M. Kn selaku Pembina Upacara dalam kegiatan itu menyampaikan bahwa Pada tanggal 22 Oktober telah ditetapkan sebagai hari santri Indonesia, penetapan tanggal 22 Oktober merujuk pada tercetusnya resolusi jihad yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

“Resolusi jihad ini kemudian melahirkan peristiwa heroik yaitu tanggal 10 November tahun 1945 yang diperingati sebagai hari pahlawan kita selalu menyelenggarakan peringatan setiap tahunnya dengan tema yang berbeda secara berurutan,” ungkap Airin.

Dirinya melanjutkan bahwa berdasarkan fakta, sejatinya Pesantren adalah sebagai laboratorium perdamaian, Pesantren juga merupakan tempat menyemai ajaran Islam rahmatan lil alamin Islam ramah dan moderat dalam beragama.

“Sikap moderat dalam beragama sangat penting bagi masyarakat yang plural dan multikultural dengan cara seperti inilah keragaman dapat disikapi dengan baik serta toleransi dan keadilan dapat terwujud, semangat ajaran inilah yang dapat menginspirasi santri untuk berkontribusi merawat perdamaian dunia,” tutur Hj. Airin.

Menurutnya setidaknya ada 9 alasan dan dasar mengapa Pesantren layak disebut sebagai laboratorium perdamaian yang pertama kesadaran harmoni beragama dan berbangsa, kedua metode mengaji dan mengkaji selain mendapat bimbingan teladan dan juga transfer ilmu langsung dari para kyai guru di pesantren yang diterapkan juga keterbukaan kajian yang bersumber dari berbagai kitab bahkan sampai kajian lintas mazhab yang, ketiga yaitu para santri biasanya diajarkan untuk hikmah atau pengabdian, keempat pendidikan kemandirian kerjasama dan saling membantu di kalangan santri apalagi bagi santri mondok tentunya harus saling berbagi dengan satu sama yang lainnya, kelima gerakan komunitas seperti kesenian dan sastra tumbuh subur, ketujuh merawat khasanah kearifan lokal relasi agama dan tradisi begitu kentara dalam kehidupan masyarakat Indonesia dan kedelapan prinsip maslahah kepentingan umum merupakan sesuatu yang sudah tidak bisa ditawar lagi oleh kalangan Pesantren.

“Hadirin yang berbahagia, sekali lagi saya ucapkan selamat dan sukses terkait hari santri tahun 2019 semoga Indonesia dapat menjaga perdamaian dunia,” tutupnya.

 

 

Reporter : Sitanggang

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *