Laporan pelanggaran UU ITE di Polda Sulsel tidak ditindaklanjuti, Ini tanggapan Kanit

by -384 views

MITRAPOL.com, Makassar — Laporan pencemaran nama baik, melalui Media Sosial 4 Agustus 2019 lalu telah masuk di meja Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Sulawesi Selatan Direktorat Reserse Kriminal Khusus

Kasus pencemaran nama baik ini telah tersebar luas di dunia maya karena disebarkan melalui siaran langsung di Facebook yang bernama Abd Azis dan kini akun tersebut telah berubah nama menjadi Arfan Abdul Hafizh.

Dalam Video tersebut Aso menyebutkan bahwa bahwa atas nama Abu tidak bisa lagi tinggal di desa Kanreapia, hukum adat kami tidak bisa ditawar lagi, sudah harga mati.

Penyampaian melalui media sosial sangat merugikan pihak yang disebutkan namanya dalam video tersebut.

Oleh karena itu, Jamal sebagai anak kandung Dg Abu warga Kanreapia mendampingi ayahnya melaporkan kasus ini ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel, 27 Agustus 2019 lalu, Jamal berharap kepada penyidik agar segera memanggil dan menanyakan apa tujuan dan maksud Dg Abu di usir dari Kanreapia dan dinyatakan tidak boleh lagi tinggal di Desa Kanreapia.

Jamal menambahkan, dia berharap kepada penyidik agar kasus tuduhan yang mencemarkan nama baik ayah dan keluarganya ini bisa diusut tuntas dan mencari tau siapa saja dalang dibalik ini semua.

Sementara AKP Salim sebagai Kanit yang ditemui di ruang kerjanya langsung mengatakan, Coba kamu bantu ki juga anunya disana karena agak susah itu, anu na suruhki kesana na kita masih dalam penyelidikan.

Siapa Tau media bisa fasilitasi diatas, IT-nya sudah saya dengar, itu juga rekaman, tidak jelaskan oknumnya, ketua adat bilang, saya dengar si Abu ini minta keadilan minta perlindungan hukum. ujarnya saat ditemui wartawan diruangannya Senin (21/10/2019).

AKP Salim mengatakan bahwa saya dengar hukum adat itu disini tidak ada toleransi, tapi tidak disebutkan. Abu, dia, kami tidak toleransi dia karena dia melakukan perzinahan, tidak dia tidak ada seperti itu di rekamannya.

Salim juga menanyakan ke anggotanya siapa yang di telpon tadi, dan Menurut anggotanya Aso yang dia telpon.

Yang jelas kami itu sudah kami lakukan verifikasi, ini masih penyelidikan, ujarnya.

Itupun juga harus kami undang tokoh-tokoh adat, baik yang sudah diganti maupun yang menjabat. Pelanggaran ITE yang akan kami proses, adalah itu Facebook, apa yang menyebar di Medsos itu. Diluar daripada itu kami tidak terlalu ke dalam, terangnya lagi.

Namun dia tidak pungkiri bahwa pasti ada sebabnya. Tapi kan ada sebab akibatnya kenapa dia berbuat seperti itu, nanti kita liat nanti karena harus diklarifikasi dulu, Barusan saya telpon Aso, jelasnya dihadapan Media Mitrapol.com

Lebih jelasnya lagi, Kanit lidik Ditreskrimsus Polda Sulsel ini mengatakan, sementara kasus ini masih dalam penyelidikan pihaknya sudah melakukan pemanggilan terhadap salahsatu yang dilaporkan Abu.

Angggota saya sudah menghubungi salahsatu terlapor dimana kasus ini masih akan kami dalami

Kasus UU ITE yang dilaporkan Abu ini masih dilakukan penyelidikan karena alasannya belum ada yang bisa ditetapkan delik aduannya dimana dalam video yang di viralkan disosmed tersebut.

Dirinya mengatakan, harusnya mereka terlapor datang mengabulkan panggilan kami, namun hingga saat ini belum ada yang datang, ujarnya.

Adapun dikatakan bahwa Ketua Adat Kanreapia Aso sudah dihubungi supaya bersedia hadir memberikan keterangan namun diakui pula bahwa Aso tidak akan datang Ke Polda jika tidak bersama dengan warga sekampung, ujar anggota yang ditanya Salim kepada Awak Media.

 

 

Reporter : Ali/Mir

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *