Jembatan penghubung rusak parah, Camat arahkan keuchik gunakan Dana Desa

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Aceh Timur – Jembatan dengan ukuran 24×4 meter yang menggunakan kontruksi rangka besi yang menghubungkan Gampong Jalan dengan Seuneubok Rambong, Gampong lhee dan Beurandang Kecamatan Nurussalam Kabupaten Aceh Timur rusak parah, disamping besi legernya sudah jatuh, lantainya pun sudah tidak layak pakai.

Keuchik Gampong Jalan Zainal Abidin mengatakan kepada sejumlah awak media, Jembatan ini sudah beberapa kali kami laporkan kepada pemerintah Aceh Timur dan Pemerintah Provisnsi, sampai saat ini belum ada tanggapan, mereka hanya berjanji akan menindak lanjuti, ujarnya. Selasa (22/10).

Lebih lanjut Zainal mengungkapkan, bahwa jembatan ini sangat ramai dilalui oleh masyarakat, karena jalan ini merupakan akses jalan perekonomian bagi petani dan perkebun Sawit dan Karet, ujarnya.

Kamarin, Senin (21/10) datang Pak Camat bersama rombongan meninjau jembatan ini, Pak Camat mengarahkan kepada kami untuk merehab Jembatan tersebut dengan menggunakan dana desa untuk sementara waktu, agar bisa dilalui anak-anak sekolah. Padahal pada prinsipnya menyangkut dengan dana desa itu harus melalui perencanaan, jika emang ada kebutuhan mendesak kami harus melakukan revisi terlebih dahulu, tidak bisa langsung kami alokasikan, tapi karena ini perintah atasan, ya kami jalankan terus, kami tidak berani membantah, ucapnya.

Salah satu warga Seneubok Rambong, Muhammad Jafar (45) menceritakan bahwa masyarakat sangat resah terutama terhadap nasib anak-anak yang pergi dan pulang sekolah ketika melalui jembatan tersebut, apalagi pada malam hari saat anak-anak pergi mengaji, kondisi jembatan yang sangat rusak parah, sewaktu-waktu bisa mengancam jiwa mereka, cetusnya.

Hal yang sama juga di katakan Nuti (26) Ibu Rumah Tangga, warga gampong Jalan yang mengungkapkan kegelisahannya terhadap keselamatan anak-anaknya saat melewati jembatan tersebut, ketika pergi sekolah bisalah kami antarkan, tapi saat mereka pulang, kami tidak bisa mengawalnya, karena kami sudah pergi ke kebun, ujarnya.
Padahal Jembatan ini sudah berulang kali dimohonkan sama Pak Keuchik ke kabupaten, tapi tidak juga dibangun, entah kenapa Bupati Aceh Timur menutup mata dan telinganya terhadap keluhan dan laporan kami, tambahnya.

Camat Nurussalam Drs. Tarmizi, saat di konfirmasi media, membenarkan telah memerintahkan Keuchik untuk merehab jembatan dengan menggunakan dana desa dan memberi dead line dalam satu minggu harus selesai, jelasnya.

 

 

 

Reporter : Zul Aceh

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *