Saksi jelaskan pengeluaran uang PT SPM, terdakwa malah tertawa

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Sidang lanjutan perkara penggelapan berlangsung alot, tiga saksi yang dihadirkan mendapat cecaran berbagai pertanyaan. Anehnya,SPH ditengah keseriusan itu, justru terdakwa Marzuki Hasyem senyum dan tertawa kecil mendengar keterangan para saksi.

Saksi yang dihadirkan dalam persidangan di PN Medan, Rabu (23/10), satu diantaranya Sulaiman Ibrahim yang menjelaskan tentang pengeluarang uang PT Surya Perdana Mandiri (SPM) yang harus lewat rekening terdakwa, termasuk dalam pembayaran pajak.

Menurut saksi, rekening PT SPM masih atas nama terdakwa. Sebab terdakwa Marzuki Hasyem merupakan mantan Direktur Utama PT SPM. Namun uang yang masuk itu tidak disalurkan terdakwa sesuai peruntukannya.

Untuk memperkuat keterangan saksi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Chandra Naibaho memperlihat bukti-bukti pengeluaran uang yang masuk ke rekening terdakwa, termasuk untuk pembayaran pajak.

Uniknya, saat jaksa dan penasehat hukum maju ke depan, untuk memperlihatksn bukti-bukti pengeluaran uang, justru terdakwa senyum-senyum dan tertawa kecil.

Dalam persidangan dipimpin hakim ketua Hendra S Sipayung ini, diperiksa lima saksi, bahkan satu diantaranya, menyatakan memcabut keterangannya di BAP, dengan alasan tidak terlalu yakin dengan keterangannya.

Sesuai dakwaan, terdakwa yang beralamat Komplek Bumi Asri Blok C No.97 Kel. Cinta Damai Kec. Medan Helvetia Kota Medan ini, tidak menyetorkan uang PT SPM sesuai peruntukannya, sehingga mengalami kerugian sebesar Rp 2.250.000.000.

Semula terdakwa melakukan pinjaman Rp. 200juta yang dibuat tanda terima kwitansi. Kemudian setor tunai ke rekening terdakwa Rp. 100juta, transfer Rp.200juta, cek sebesar Rp.150 juta, transfer sebesar Rp100juta.

Kemudian korban melakukan pemindahan buku sebesar Rp. 1 miliar, transfer uang sebesar Rp. 500juta untuk pembayaran pekerjaan cat pipa kepada pemborong di Aceh.

Setiap kegiatan keuangan, transaksi keluar masuknya uang PT SPM harus melalui rekening terdakwa. Sebab rekening PT SPM masih atas nama terdakwa. Kacaunya, semua transaksi tidak dilaksanakan terdakwa dan uangnya dikuasai untuk kepentingan pribadi.

Akibat perbuatan terdakwa maka saksi korban mengalami kerugian kurang lebih Rp. 2.250.000.000. Dengan begitu, terdakwa diancam dengan pasal 378 dan 372 KUHPidana.

 

 

Reporter : Zul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *