Jual kosmetik ilegal, Djajawi Murni cuma di vonis 3 bulan 15 hari

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Djajawi Murni (54), Direktur CV Agung Lestari, cuma divonis 3 bulan 15 hari penjara, denda Rp 5 juta subsider dua bulan kurungan karena terbukti bersalah mengedarkan kosmetik ilegal kesejumlah toko di Medan.

“Menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Djajawi Murni selama 3 bulan 15 hari dan denda Rp 5 juta subsider 2 bulan kurungan,” tandas hakim Erintuah di Ruang Cakra V Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (23/10/2019).

Dalam amar putusan, terdakwa dinyatakan terbukti melanggar Pasal 62 ayat (1) UU RI Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.

Dengan demikian, terdakwa yang berstatus tahanan kota ini telah bebas. “Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat dan merugikan konsumen karena tidak memiliki izin dari BPOM,” cetus hakim.

Menyikapi putusan itu, terdakwa menyatakan terima, sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengganti, Randi Tambunan menyatakan pikir-pikir. Sebelumnya, terdakwa dituntut selama 5 bulan penjara dan denda Rp 5 miliar subsider 3 bulan kurungan.

Hukuman tersebut tidak perlu dijalankan Djajawi dl penjara. Pasalnya, terdakwa ini sudah dipenjara saat penyidikan di kepolisian. “Putusannya kan dipotong masa tahanan. Jadi dia (Djajawi) tiga bulan dipenjara Polda (Sumut) dan 15 hari tahanan kota. Habislah sekarang (bebas),” ujar hakim Erintuah kepada wartawan usai sidang.

Pernyataan hakim Erintuah, juga dibenarkan oleh JPU Randi Tambunan. Dia menyatakan hukuman terdakwa telah dikurangi masa penahanan di kepolisian.

Dalam dakwaan JPU Daulat Napitupulu dan Fransiska Panggabean, pada tanggal 21 Januari 2019, terdakwa ditangkap petugas Polda Sumut di gudang kosmetik miliknya, Jalan Merbau Nomor 12 Kelurahan Sekip Kec. Medan Petisah.

Awalnya, terdakwa mendirikan CV Agung Lestari yang bergerak di bidang perdagangan dan jual beli kosmetik, pada tahun 2004. Tahun 2013, terdakwa memulai usaha menjual kosmetik tidak memiliki izin edar yang dibeli dari Malaysia.

Selang satu tahun kemudian, terdakwa ingin mengurus izin edar kosmetik yang diperjualbelikan melalui kantor biro jasa bernama Felix.

Rupanya, terdakwa hanya komunikasi saja dan tidak membuat surat permohonan resmi secara tertulis. “Sehingga terdakwa tidak dapat memiliki izin untuk memperjualbelikan kosmetik tersebut,” cetus jakss.

Selama menjalankan bisnis kosmetik ilegal itu, terdakwa mempunyai 16 konsumen tetap di Pasar Sambas dan Petisah. Tak lama, petugas mendapatkan informasi dari masyarakat dan langsung melakukan penyelidikan.

Lalu, petugas melihat Roni Faisal mengendarai kereta dengan membawa kotak berisi kosmetik yang didistribusikan ke sejumlah toko.Saat pemeriksaan, petugas menemukan isi kotak yang dibawa Roni Faisal berisi kosmetik ilegal.

“Dari hasil interogasi, Roni mengaku bahwa kosmetik ilegal tersebut milik terdakwa. Ketika dilakukan penggeledahan di Gudang CV Agung Lestari, petugas mengamankan puluhan produk kosmetik ilegal,” pungkasnya.

 

 

Reporter : Zul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *