Pengerjaan Pamsimas di Desa Curug Panjang, Cikulur diduga bermasalah

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lebak – Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) disejumlah Kecamatan/desa yang prakarsai oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang DPUR Lebak, Bidang Cipta Karya, melalui DPA hibah khusus Tahun anggaran 2019 di duga syarat bermasalah

Beragam persoalan terdapat dilokasi setelah Aktivis LSM Bentar melakukan kroscek di salahsatu titik lokasi tepatnya di Desa Curug panjang, Kecamatan Cikulur, Lebak Banten, Minggu (27/10).

Menurut Ardi selaku anggota LSM Bentar, Semula dirinya hendak melakukan monitoring namun setiba di Lokasi pekerjaan Pamsimas, Ardi tidak melihat adanya Papan Informasi Untuk Publik yang di Pasang Oleh Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM)

“Saya tidak melihat dilokasi ada papan Informasi yang dipasang oleh Pengelola atau KKM”,Tukas Ardi

Karena membuat penasaran, Ardi segera menemui ketua KKM untuk melakukan pengkajian anggaran dan belanja yang telah di lakukannya

“Kalau pengelola tidak mau mengikuti prosedur memasang Papan Informasi untuk publik, maka mereka perlu curigai dan wajib dipertanyakan,” tukas Ardi.

Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) yang di ketuai Cecep, Ketika di tanya soal anggaran sekaligus diminta untuk menujukan bukti penarikan anggaran dan bukti pembelanjaan secara rinci.

“Saya tidak tahu jumlah anggarannya berapa, bahkan uang yang sudah ditarik berapa, karena setiap habis narik uang di Bank langsung di pegang Bendahara,” kata Cecep

Pengakuan Cecep membuat semakin penasaran, Pasalnya pungsi Ketua yang memiliki kewenangan dalam mengelola anggaran, justru serba tidak tahu apa-apa.

” Saya hanya di kasih uang Rp.800.000 setelah penarikan uang dari Bank,” tutup Cecep.

Sungguh ironis, Berdasarkan data, Dari Penarikan anggaran termen pertama yang ditarik Cecep, sebesar Rp.102.691.500-, dari jumlah total Pagu Anggaran Sebesar Rp.243.600.000-, dirinya terkesan dibuat tidak tahu dan tidak di libatkan dalam mengelola anggaran Pamsimas.

” Saya cuma di kasih Rp.800.000 selain itu tidak tahu, kalau lebih jelasnya silahkan tanya langsung ke Jaro (Kades),” kata Cecep.

Setelah mendengar pemaparan Cecep, maka wajar jika papan informasi tidak berani dipasang diLokasi proyek

“Kalau begitu ceritanya, Lalu yang mengurus belanja bahan material siapa?” tutup Ardi sambil menggelengkan kepala setelah mendengar penjelasan ketua KKM seperti boneka

 

 

Reporter : Ubay Mcmp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *