BNI46 salah transfe 3,6 M, PT DUM dihukum denda 6,8 M

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – PT Dharma Utama Metrasco (DUM) divonis denda Rp 4 miliar di PN Medan, Senin (28/10), dengan sengaja tidak mengembalikan uang BNI46 yang salah transfer sebesar Rp 3,6 miliar.

Selain denda, hakim ketua Richad Silalahi juga mewajibkan terdakwa PT DUM yang diwakili mantan Direktur Eddy Sanjaya (66) untuk menganti uang BNI46 yang salah kirim sebesar Rp 2,8 miliar.

Putusan majelis hakim beda tipis dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rosinta yang menuntut denda Rp 2,8 miliar ditambah bunga Rp 2 miliar.

Menurut jaksa, denda dan bunga harus sudah dibayar terdakwa selambat-lambatnya tiga bulan sesudah vonis. Apabila tak mampu bayar denda plus bunga maka harta benda milik PT DUM akan disita dan dilelang. Hasilnya akan dikembalikan kepada korban BNI46, ujar jaksa.

Putusan majelis hakim ini rada-rada aneh. Soalnya, PT DUM yang menjadi terdakwa, telah dinyatakan bubar oleh para pemegang saham. Pembubaran berdasarkan putusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), sebelum perkara ini naik ke persidangan.

Dalam persidangan, PT DUM yang bergerak di bidang travel dan penjualan tiket pesawat ini, diwakili oleh mantan Dirut Eddy Sanjaya, warga jalan Kol. Soegiono Medan .

Dalam persidangan dia mengaku, adanya uang nyasar Rp 3,6 miliar dari BNI 46 ke rekening PT DUM. Namun sebagian telah digunakan dan tak mampu mengembalikan secara penuh.

Sesuai dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rosinta dan Sabrina, awalnya 12 Juli 2013 sekira pukul 09.00 wib, Saksi Raja Penawar Sembiring yang bertugas sebagai teller di PT.Bank BNI tbk Cabang Medan, Jl Pemuda No 12 Medan

Saksi menerima 2 berkas bilyet giro yang harus dilakukan setoran kliring yaitu setoran kliring ke rekening BNI PT Darma Utama Metrasco dan kedua rekening BNI PT Supernova

Pertama saksi melakukan pemindahan dana dari Bilyet giro terdakwa PT Darma Utama Metrasco sebanyak Rp 300 juta. Selanjutnya saksi Raja Penawar Sembiring memasukkan setoran kliring yang kedua dengan tujuan PT Supernova berupa satu lembar warkat Bilyet Giro CIMB Niaga No AAR 332078 dengan nominal Rp 3.610.574.000.

Saksi lalai dalam melakukan setoran kliring Bilyet giro CIMB Niaga No AAR 332078 sebesar Rp 3.610.574.000. Saksi hanya menggantikan nilai nominal Rp 3.610.574.000 tanpa melakukan pengecekan sumber dana dan tujuan transfer.

Sehingga dana sebesar Rp 3.610.574.000 tersebut masuk ke rekening BNI no 145798344 atas nama PT Darma Utama Metrasco, seharusnya ke rekening PT Supernova di Jakarta.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam Pidana dalam Pasal 85 Jo Pasal 87 jo Pasal 88 UU RI NO 3 Tahun 2011 tentang Transfer dana Jo Pasal 97 UU No 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas.

 

 

Reporter : Zul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *