Bursah Zarnubi: Sumpah Pemuda perkokoh persatuan bangsa, pendorong anak bangsa menjadi pemenang

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Bursah Zarnubi Ketua Umum Pimpinan Pusat Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (DPP PGK) mengatakan dalam sambutannya, bahwa nilai-nilai Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 silam untuk memperkokoh persatuan bangsa sekaligus menjadi pendorong bagi anak bangsa untuk menjadi pemenang di era kemajuan teknologi dan kerasnya persaingan global.

“Kita harus menggelorakan nilai-nilai Sumpah Pemuda untuk memperkokoh persatuan bangsa sekaligus menjadi pendorong agar kita dapat menjadi bangsa pemenang di era kemajuan teknologi dan kerasnya persaingan global,” kata Bursah.

Bursah Zarnubi juga menegaskan bahwa spirit Sumpah Pemuda yang dicetuskan pada 1928 silam, harus terus digelorakan di tengah kemajemukan untuk menata masa depan Indonesia lebih baik. Hal tersebut disampaikannya pada acara seminar bertajuk “Menggelorakan Sumpah Pemuda Dalam Pembangunan Berkelanjutan” di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (30/10).

Pada acara tersebut dihadiri Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad sebagai keynote speaker. Sedangkan narasumber, anggota DPR Farah Puteri Nahlia, Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno, dan Ketum PB HMI Saddam Al Jihad. Diskusi publik itu pun dihadiri ratusan pemuda dan mahasiswa lintas kampus.

Menurut Bursah, semua anak bangsa harus selalu memiliki kesadaran kolektif bahwa Indonesia merupakan negara besar dan majemuk.

“Dengan kemajemukan seperti itu, aset utama bangsa ini adalah spirit persatuan, toleran terhadap perbedaan, kerukunan, kekompakan, dan persaudaraan. Bersatu di tengah keberagaman, sesuai dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang tertulis di kaki Garuda Pancasila, lambang negara Indonesia,” ungkapnya

Sumpah Pemuda, merupakan tonggak bersejarah yang memandu arah perjuangan bangsa menuju kemerdekaan. Sumpah Pemudq adalah bukti nyata kepeloporan kaum muda dalam perjuangan membebaskan Indonesia dari belenggu penjajahan.

Dan wujud nayata kepeloporan pemuda dalam merumuskan visi Indonesia sebagai negara merdeka, berdaulat, sejahtera, maju bersama di tengah keberagaman.

“Banyak pemimpin atau tokoh-tokoh dunia merasa takjub melihat Indonesia dapat menjaga persatuan dan hidup rukun di tengah kemajemukan yang ada ini,” ujar Bursah.

Beberapa waktu ini banyak peristiwa yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Ada ancaman perpecahan yang datang dari luar. Begitu juga ancaman dari dalam. Menurutnya ancaman dari dalam tersebut adalah antara lain dipicu oleh isu ketidakadilan serta kesenjangan.

“Syukur Alhamdulillah, para pemimpin bangsa, didukung solidaritas TNI-Polri dan segenap elemen bangsa, secara bersama-sama dapat menjaga keutuhan NKRI dan merawat persatuan bangsa,” ungkapnya

Pemuda sebagai penerus dan pewaris masa depan bangsa, harus dapat merawat persatuan yang telah diperjuangkan generasi masa silam. Sebab, kata dia, ancaman terhadap persatuan, kedamaian, dan kerukunan bangsa bisa datang dari banyak sisi.

“Mulai dari masalah kemiskinan, isu ketidakadilan pembangunan seperti dominasi kolompok atau daerah tertentu dalam menikmati basil pembangunan, kepentingan asing untuk menguasai ekonomi Indonesia, hingga masuknya pahal-paham baru akibat pengaruh globalisasi yang bertentangan dengan ideologi Pancasila,” tandasnya

Sementara dalam kesempatan lain Farah Puteri Nahlia, anggota Komisi I DPR dari Fraksi PAN mengungkapkan, pemuda Indonesia harus memiliki semangat untuk maju dan berkembang, sehingga bisa berkontribusi terhadap bangsa dan negara.

Sambungnya, ada tiga hal bagi anak muda yang harus diutamakan seiring perjalanan waktu dan zaman. Ketiga hal tersebut, kata dia, adalah education, empowerment dan enterpreneurship.

Education adalah betapa pentingnya ilmu pengetahuan untuk membangun karakter diri sendiri dan bangsa. Sementara, enterpreneurship menyangkut jiwa kewirausahaan yang harus dimiliki semua anak bangsa.

Enterpreneurship menjadi penting untuk menumbuhkan jiwa pemberani dalam membangun usaha dan kreatifitas, kendati penuh resiko. Kemudian empowerment ini terkait pemberdayaan sumber daya manusia.

Empowerment pemberdayaan ini, kata Farah, adalah kombinasi dari education dan enterpreneurship.

“Kita harus bisa memberdayakan kemampuan kita tersebut sehingga kita bisa mencapai cita-cita kita,” pungkas Farah.

 

 

Reporter : BS

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *