Tiga pelajar korban pelecehan sexsual datangi kantor DPRD

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lebak – Tiga orang pelajar korban pelecehan sexsual oknum pegawai Kantor Samsat Malingping saat melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) mendatangi Kantor DPRD Lebak, Selasa (29/10).

Kedatang mereka untuk meminta agar anggota DPRD Lebak turut mendorong proses penanganan kasus ini oleh pihak Kepolisian agar bisa  berjalan dengan profesional, transparan dan adil.

Kedatangan ke tiga korban didampingi oleh pihak keluarga, Penasehat Hukum dan Unsur Kecamatan Wanasalam.

Kedatangannya diterima Ketua DPRD Lebak, Didin Nurohmat, Wakil Ketua Komisi lll, Acep Dumyati, Anggota Komisi 1 Aad Firdaus, Wakil Ketua 1 kordinator Komisi III Ucuy Mashury dan Anggota DPRD Dapil V Musa Weliansyah.

Penasihat Hukum ke tiga korban, Erwanto mengatakan, maksud kedatangan korban agar DPRD Lebak bisa turut memfasilitasi serta mendorong agar penanganan kasus pelecehan sexsual yang ditangani Kepolisian diusut secara tuntas. Sebab, dalam kasus ini proses hukum harus berjalan secara profesional, transparan dan mengedepankan asas keadilan.

“Bukan bermaksud mengintervensi, tetapi, kita ingin penanganan kasus ini bisa berjalan secara profesional, transparan, Objektif dan adil,” kata Erwanto usai bertemu dengan para wakil rakyat di Gedung DPRD Lebak

Menurut Erwanto, dalam kasus ini jika melihat rangkaian dan kronologis kasus, maka masih ada orang lain yang seharusnya turut diproses oleh penyidik, yakni FH orang yang diduga berperan sebagai penyedia obat (Oknum Pegawai Puskesmas -Red) Obat tersebut untuk melancarkan niat buruk, mencekoki korban sebelum dilecehkan si pelaku.

“Para korban, kan terlebih dahulu diberikan obat-obatan dan miras oleh pihak yang terlibat saat ini. Seharusnya dia ikut diposes juga,” ujarnya.

FH, yang diketahui sebagai oknum  pegawai Puskesmas dikatakan, Erwanto memiliki peran cukup besar, FH juga diduga telah menyalah gunakan obat-obatan, terlebih jabatannya sebagai petugas medis

“FH memiliki peranan yang cukup besar dalam kasus ini, karena diduga dia memberikan obat tidur dengan dosis yang tinggi dan miras yang akan digunakan ND untuk melancarkan aksinya,” tukasnya.

Sementara, menanggapi hal itu, Ketua DPRD Lebak, Didin Nurohmat mengaku akan bersama-sama mengawal kasus tersebut. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Dinas kesehatan (Dinkes) mengenai tindaklanjut pengaduan ke tiga korban yang datang ke DPRD Lebak.

“Kami akan terus mengawal kasus tersebut, sehingga proses hukum dapat berjalan dengan lancar dan tentunya berkeadilan. Jika terbukti bersalah, kami harapkan FH mendapatkan hukuman untuk dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya,” tutup Ketua DPRD Lebak.

 

 

Reporter : Ubay mcmp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *