Usai disidak Ombudsman, Pos Damkar Bireun kembali diaktifkan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Banda Aceh – Setelah sempat lama mangkrak, akhirnya Pos Pemadam Kebakaran Kabupaten Bireuen kembali diaktifkan. Berdasarkan hasil sidak Tim dari Ombudsman RI Perwakilan Aceh beberapa waktu lalu pos yang berlokasi di Kecamatan Simpang Mamplam dan Gandapura tersebut sudah berpenghuni.

“Iya berdasarkan hasil Inspeksi Mendadak (Sidak) tim kita ke lapangan dilaporkan bahwa Pos Damkar tersebut sudah aktif dengan adanya armada damkar dan personil di lokasi,” ujar kepala Ombudsman Perwakilan Aceh, Dr. Taqwaddin kepada Mitrapol.com, Kamis (24/10) di Banda Aceh.

Ia melanjutkan Ombudsman perwakilan Aceh sangat mengapresiasi kinerja pemerintah kabupaten Bireuen yang telah berkomitmen mengaktifkan pos damkar tersebut.

“Sesuai janjinya pemkab Bireuen telah mengaktifkan pos Damkar tersebut sesuai dijanjikan pada kami,” ujarnya.

Sementara itu berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Kepala BPBD Kabupaten Bireuen kepada pihak Ombudsman, saat ini ada dua unit armada yang tersedia di masing-masing Pos Damkar. Satu unit mobil pemadam dan satu unit mobil tanki serta dua belas personil setiap pos yang dibagi dalam dua sift untuk piket.

“Iya Alhamdulillah Pos Damkar sudah kita aktifkan guna menjawab permasalahan pelayanan damkar kepada publik, kedua pos tersebut kita aktufkan pada bulan Oktober” kata Sudirman Kepala BPBD Bireuen.

Salah satu warga Kecamatan Samalanga yang merupakan kecamatan ujung barat Kabupaten Bireuen yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Pidie Jaya, Suhaimi yang juga merupakan anggota DPRK Bireuen menyebutkan bahwa Pos Damkar tersebut sudah lama diidamkan oleh warga. Karena setelah selesai dikerjakan pada Tahun 2016 baru pada Tahun 2019 ini diaktifkan setelah dilakukan penekanan oleh Ombudsman Aceh.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada pihak Ombudsman Aceh yang telah membantu masyarakat meminta agar Pos Damkar tersebut diaktifkan, dan kami juga berterimakasih kepada Pemda Bireuen yang telah mengoperasikan pos tersebut yang menjadi harapan masyarakat sekitar saat kebakaran terjadi armada dapat bergerak dengan cepat ke lokasi kebakaran dengan jangkauan yang tidak jauh lagi dari Ibu Kota Kabupaten” sebut Suhaimi atau yang akarab disapa Abu Suhai.

Sebagaimana kita ketahui, jarak jangkauan dari Kota Bireuen ke Samalanga bisa mencapai empat puluh menit. Dengan adanya Pos Damkar tersebut di Simpang Mamplam jangkauan bisa dicapai sekitar sepuluh menit.

Sidak pertama kali dilakukan Ombudsman RI Perwakilan Aceh pada Oktober 2018. Saat itu alasan Pemkab Bireuen belum ada dana. Lalu ombudsman menyarankan agar dianggarkan pada 2019.

“Saat kami sidak lagi pada 17 Oktober 2019. Alhamdulillah sudah tersedia dua unit mobil damkar terparkir dalam garasi, Ombudsman sangat konsen terhadap pelayanan publik, apalagi pelayanan damkar. Ini penting kami sampaikan supaya apabila terjadi kebakaran di kawasan Samalanga dan sekitarnya bisa cepat ditangani dan tidak meluas sehingga merugikan masyarakat. Kami melakukan hearing kepada Pemda Bireuen supaya pos tersebut segera diaktifkan, dan Alhamdulillah sekarang sudah berjalan seperti Pos Damkar ditempat lainnya. Sekali lagi kami memberi apresiasi kepada Pemda Bireuen yang telah memperbaiki pelayanan kepada publik khususnya pada bidang damkar” pungkas Taqwaddin.

 

 

Reporter: Safdar S

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *