Pesan Mie rebus lima mangkok, simaling gondol Hp merek vivo

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – Sungguh malang nasib seorang ibu warga Kp. Botok, desa Sukajadi, kecamatan Carita Pandeglang Banten ini, sang ibu harus kehilangan Hp merk Vivonya yang diambil maling dengan modus pura-pura mesan mie rebus 5 mangkok. Rabu (30/10).

Informasi yang dapat dihimpun oleh Mitrapol.com.dari korban dimana namanya tidak mau disebutkan ini mengatakan bahwa simaling tiba-tiba berhenti diwarungnya dan memesan mie rebus lima mangkok.

Saya bersama kedua anak saya lagi diluar warung, lagi maen agar sianak tidak rewel, ungkap sikorban. Tiba-tiba si pelaku turun dari motornya, kemudian mengatakan,”bisa masak mirebus bu?’ dengan spontan saya jawab bisa pak, terang korban sembari mempraktekkannya.

Tambah sikorban, saya langsung masuk kedalam bersama kedua anak saya untuk masak mie yang dipesan sipelaku, kemudian sipelaku ikut masuk dan mengatakan,”saya nunggunya didalam aja yah bu, soalnya gak enak nanti dilihat atasan dan acaranya belum selesai,” memang di Hotel Wira lagi ada acara wisudaan. Dengan polos dan niat berdagang saya biasa biasa saja dan si pelaku duduk ditangga warung, saya didalam dan selalu mengajak saya untuk ngobrol.

Kebetulan mie rebusnya dimasak pake telor, telor di warung saya hanya ada empat, saya keluar ke warung tetangga untuk membeli telor dan anak-anak saya yang masih balita ini saya tinggal di warung.paparnya.

Saya tidak merasa curiga, tetapi saya merasa terasa terhipnotis oleh si pelaku untuk masak mie rebus yang dipesan. Modus si pelaku yah itu tadi masuk kedalam warung saya, ngajak ngobrol, mungkin kalau saya tidak membeli telor mungkin semua apa yang dia mau akan diminta karena saya terpengaruh hipnotisnya, terang korban.

Semenjak saya lagi membeli telor kewarung tetangga, ada sekitaran 15 menitan dia mungkin merasa lama, dia itu pura-pura minta ambilin kacang garuda kepada anak saya yang umur 5 tahun, eh ternyata untuk mengalihkan anak saya supaya si pelaku bisa mengambil Hp saya yang tergeletak dalam etalase dagangan saya, imbunya.

Tambahnya lagi, memang itu Hp bukan rejekeki saya kali pak, perasaan senang saya ada yang belanja di warung adalah musibah dan korban kejahatan orang pak, mie rebusnya sudah matang orangnya malah kabur bawa Hp saya.

Mudah-mudahan itu sipelaku mendapatkan hidayah, mengembalikan Hp saya, nasi sudah menjadi bubur pak. Pelajaran saja untuk lebih hati-hati kedepannya, pelaku kejahatan itu dimana-mana dan tidak melihat siapa kita, dan berbagai modus akan dilakukan untuk mendapatkan apa yang ditargetkan, tutupnya.

 

 

Reporter : Royen Siregar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *