Aktivis muda perempuan, Ungkapkan kekecewaannya terhadap Kinerja BPSDM Aceh

  • Whatsapp
Rahmatun Phounna

MITRAPOL.com, Banda Aceh – Pasca terbongkarnya bobrok pemainan pihak BPSDM terhadap proses penerimaan Beasiswa S1 S2 dan S3 beberapa waktu yang lalu ikut dikomentari oleh aktivifis muda perempuan Aceh Rahmatun Phounna. Kamis (31/10).

Aktivis Muda Perempuan Aceh saat di wawancarai media terkait persoalan di BPSDM, dirinya mengaku sudah tidak heran lagi dengan pemberitaan oleh beberapa media, menurut Rahmatun Phounna hal semacam ini selalu terjadi perbincangan hangat di publik ketika proses penerimaan Beasiswa diumumkan.

Hal semacam ini saya sudah sering mendegar, mungkin pada tahun-tahun sebelumnya tidak ada orang yang berani bongkar kepublik, Alhamdulillah tahun ini sudah ada, begitu ada yang bongkar ke publik ketahuan semua bobrok di BPSDM kata Phounna.

Saya sangat kecewa dengan permainan dan prilaku penyalahgunaan wewenang dalam proses penerimaan Beassiwa di BPSDM Aceh, ini Jujur saja saya sangat kecewa dengan praktek-praktek semacam ini. Aturan yang telah mereka buat, justru mereka lecehkan sendiri dengan melewatkan salah orang yang tidak memiliki _Loa (Letter Of Accepted) ujarnya

Lanjutnya padahal di ketentuan syarat sudah sangat jelas disebutkan bahwa syarat untuk S2, maupun S3 ke luar Negeri sudah memiliki Loa, kenapa tiba-tiba yang lewat justru yang tidak memiliki Loa cetusnya dengan nda geram,

Lebih lanjut, phounna juga menambahkan, Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia BPSDM Aceh khusus dibentuk dan di alokasi anggaran yang cukup besar tak lain adalah ingin mengejar ketinggalan dalam kontes pembangunan Sumberdaya Manusia Aceh ucap Rahmatun phonna kepada awak media Mitrapol.com

Sambungnya lagi dalam membangun aceh pasca konflik berkepanjangan dulu, Namum cita-cita tersebut jauh dari harapan rakyat Aceh secara khusus, ratusan milyar anggaran yang telah di anggaran untuk sektor peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM) Aceh belum berimplikasi pada peningkatan kualitas sektor pendidikan aceh baik pada jenjang pendidikan di sekaloh hingga perguruan tinggi sekalipun bebernya kepada sejumlah awak media di sebuah cafee di Banda Aceh

Tentu ini merupakan pukulan terberat dalam sejarah perjalanan Aceh menuju suksesnya program Aceh Caroeng yang di gagas oleh pasangan Gubernur Irwandi-Nova. Persoalan mendasar tak lain adalah kurang profesionalitas dan integritas pihak-pihak yang diberikan kepercayaan untuk mengelola uang rakyat yaitu BPSDM.

Bagaimana kita mau bangkit dari keterpurukan pada kualitas sumberdaya manusia, orang-orang yang dipercaya untuk mengurus anggaran pendidikan tidak memiliki integritas dan komitment untuk memajukan aceh kedepan.

Sederhananya pihak yang diberikan kepercayaan cukup menjalan standar ketentuan yang telah dibuat dan disepakati secara bersama. Siapapun dia apabila tidak memenuhi standar kententuan tidak bisa dilewatkan. Hal ini sangat perlu dilakukan untuk membangun jati diri dan marwah Aceh kedepan yang lebih maju.

 

 

Reporter : Zul Aceh

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *