Anggota DPRD Tubaba dari Partai PDI-P dukung perangi sampah plastik

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Tubaba, Lampung – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Nadirsyah, mendukung program pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup Tubaba untuk mengurangi sampah berbahan plastik dapat berjalan dengan baik.

Dukungan tersebut dilakukan politisi PDI Perjuangan ini dengan cara menggandeng yayasan ‘Nenemo Peduli’ untuk menggerakan para jemaah yang ada di seluruh Masjid di Tubaba.

“Kita gerakan melalui yayasan “Nenemo Peduli’ untuk mensosialisasikan kepada seluruh jemaah Masjid yang ada di Tubaba. Kemudian sampah berbahan plastik ini akan dikupulkan para jemaah,” kata Nadir, saat berbincang dengan Mitrapol.com di kediaman pribadinya, Rabu (30/10).

Kemudian plastik bekas tersebut, akan dibeli pihak yayasan setiap satu pekan sekali untuk kembali di produksi menjadi butiran plastik. Selanjutnya pihak yayasan akan menjual sampah yang telah di produksi itu ke salah satu perusahaan yang ada di Surabaya, Jawa Timur.

Namun, sebut dia, sampah berbahan plastik yang dikumpulkan para jemaah setiap sholat lima waktu itu, tidak langsung di bayar tunai. Tetapi uang pembayaran setiap jemaah ini akan di kalkulasikan setiap satu tahun sekali menjelang hari raya.

“Jumlah uang pembayaran kepada para jemaah ini tidak akan di bayar dalam bentuk uang kes. Namun kita punya gagasan sampah plastik ini akan di bayar dalam bentuk barang. Seperti, Daging, Gula, Ayam dan kebutuhan lainnya,” ujar Nadir, yang juga Penasehat Yayasan ‘Nenemo Peduli’ ini.

Tetapi, gagasan pembayaran dalam bentuk barang tersebut masih akan di rapatkan dengan para jemaah melalui yayasan. Selain mengurangi sampah, program ini juga dianggap menguntungkan, menabung dalam bentuk barang yang akan diambil menjelang hari raya.

“Semua kantong plastik, botol plastik dan kemasan makanan yang menggunakan plastik, kita ambil (beli) dan kita akan sosialisasi kepada mereka,” terangnya.

Program tersebut, ucap dia, bertujuan untuk menyadarkan masyarakat soal bahaya plastik. Selain mendorong ASN (Aparatur Sipil Negara) untuk tidak lagi menggunakan plastik, pihaknya juga mengajak semua pihak untuk menggunakan gelas minum (tumbler) dan tempat makan.

“Dampak dari plastik sangat merusak lingkungan. Bayangkan ratusan tahun, plastik belum bisa terurai. Kami sarankan bawa wadah dari rumah berupa Tumbler dan menggunakan tas/wadah bukan berbahan plastik,” paparnya.

 

 

Reporter : Dan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *