Dugaan Korupsi Kapal Wisata Dairi, Nora diberi waktu kembalikan uang negara

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Sidang lanjutan perkara korupsi pengadaan kapal wisata Dairi, atas nama terdakwa Nora Butarbutar, Kamis (31/10) diisi dengan kesepakatan antara Jaksa dan terdakwa untuk mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 395 juta.

Semestinya persidangan beragenda pembacaan tuntutan, namun pihak terdakwa meminta agar penyerahan panjar penggantian kerugian negara dilaksankan di persidangan.

Dalam pesidangan, terdakwa diwakili kuasa hukum Irwansyah Putra menyerahkan bukti itikad baik berupa sertifikat tanah dan uang Rp 50 juta kepada jaksa, sebagai jaminan pengembalian kerugian uang negara.

Setelah penyerahan, Hakim Ketua Ferry Sormin memberi kesempatan kepada terdakwa untuk mengembalikan kerugian negara dalam jangka waktu satu bulan yang akan dilaksanakan di Kejari Dairi.

Selain itu, hakim ketua juga meminta jaksa untuk menyiapkan nota tuntutan terhadap terdakwa. Untuk pembacaan tuntutan, jaksa diberi waktu dua minggu.” Sudah jelas ya, dua minggu mendatang, pembacaan tuntutan,” ujar Ferry Sormin sebelum menutup persidangan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dawin S Gaja ketika dikonfirmasi, membenarkan rencana pengembalian kerugian negara oleh terdakwa yang akan dilaksanakan di Kejari Dairi.

“Mereka menitipkan sertifikat tanah dan uang 50 juta rupiah. Kami menila sebagai itikad baik dan keseriusan terdakwa untuk mengembalikan kerugian negara,” ujar Gaja.

Perlu diketahui, Nora Butarbutar, Wakil Direktur CV Kaila Prima Nusa, yang sebelumnya buron selama 10 tahun didakwa dugaan korupsi pekaksanaan proyek pengadaan kapal wisata bantuan Pemkab Dairi TA 2008.

Proyek Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dairi ini dikerjakan oleh CV Kaila Prima Nusa. Ternyata, kapal yang bernilai Rp 395 juta itu tak sesuai dengan kontrak. Ukuran, warna dan kapasitasnya berbeda jauh dengan yang disebutkan dalam kontrak.

Sehingga dalam perkara ini, enam orang PNS di lingkungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dairi, secara terpisah, telah dihukum oleh majelis hakim PN Medan.

Sedangka Nora Butarbutar merupakan rekanan, pengadaan kapal wisata yang bernilai 395 juta itu. Dalam persidangan, Nora mengatakan kapal itu masih tertambat di galangan Ajibata, namun sampai sejauh ini Nora tak dapat menunjukkan keberadaan kapal.

Terdakwa diancam dengan pasal 2 atau 3 UU No 31 tahun 1999 dan perubahannya UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

 

 

Reporter : Zul

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *