Polda Sumsel bongkar kasus Ijazah Palsu PT. Afikes dan Akfar Harapan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Sumsel – Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Yustan Alpiani, SH.,SIK.,MH, didampingi Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Drs. Supriadi, MM, menggelar pres release depan Gedung Ditkrumum Polda Sumsel, Kamis (31/10).

Ditreskrimum mengungkap Kasus Perguruan Tinggi/Universitas Harapan yang tidak ada izin, tampak hadir Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Drs. M. Rizal, Apt, Kepala Seksi Sumber Daya Manusia Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Yussnita Satya Fitri, SKM.,MM, Win Honaini, SH.,M.Si.

Ditreskrimum Polda Sumsel menyampaikan, berawal dari laporan Polisi alumni mahasiswa korban Mulyadi dan bersama 64 korban angkatan tahun (2014-2017) lainnya Afikes dan Akpar Perguruan Tinggi/Universitas Harapan Palembang, sesaat korban mengecek di Dikti bila namanya tidak tercantum di data Dikti padahal korban sudah wisuda dan ternyata namanya tidak tercantum, ujarnya.

Mengetahui hal tersebut, Mulyadi bersama mahasiswi/a Akfar dan Akper Perguruan Tinggi Harapan Jl. Soekarno Hatta No. 234 Lingkar Barat Palembang untuk melaporkan pembina dan ketua yayasan ke Polisi.

Ditegaskan Yustan, barang bukti yang diamankan berupa kwitansi pembayaran mahasiswa, kartu tanda mahasiswa, kartu hasil studi (KHS), kartu hadir kuliah mahasiswa, transkrip nilai mahasiswa, karya tulis akademi, surat keterangan lulus, foto yudisium, foto wisuda, ijazah mahasiswa, surat pemberitahuan dari kementerian riset, akta pendiri yayasan, surat keputusan menteri kesehatan, dan surat keputusan kepala pusat pendidikan tenaga kesehatan.

Tersangka dikenakan pasal 378 KUHP dan atau pasal 71 Jo pasal 62 ayat 1 UU RI nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional dan pasal 42 ayat 4 UU RI nomor 12 tahun 2012 Tetang pendidikan tinggi. Pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda satu miliar rupiah, tutupnya.

 

 

Reporter : Adri

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *