Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin resmikan 15th Indonesian Palm Oil Conference and 2020 Price Outlook

by -31 views

MITRAPOL.com, Nusa dua Bali – Lahan yang subur merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa kepada bangsa Indonesia seperti kelapa sawit dapat tumbuh subur sehingga menjadi sumber devisa penting di negeri ini. Saat ini industry minyak sawit adalah penyumbang devisa terbesar nonmigas di Indonesia. Untuk itu Perbaikan data lahan sawit dan memperbaiki nasib petani sawit sehingga ke depan sektor sawit bisa memberikan sumbangsih devisa yang lebih besar lagi.

“Perkebunan kelapa sawit memiliki nilai strategis. Pendapatan devisa ekspor dari komoditi sawit tahun 2018 lebih dari 270 Triliun (rupiah),” ujar Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin saat meresmikan 15th Indonesian Palm Oil Conference and 2020 Price Outlook di Bali International Convention Center, yang di gelar pada hari Kamis, 31 Oktober hingga 1 November 2019.

Hal itu menjadi ekspor komoditi terbesar dari Indonesia. Tingginya ekspor sawit ini menjadikan neraca perdagangan Indonesia bisa lebih baik.

“Hal itu bisa terjadi karena peran dan kerja keras para pelaku perkebunan sawit, baik para petani, ataupun pengusaha khususnya anggota gabungan kelapa sawit Indonesia, GAPKI,” lanjutnya.

Wapres menjelaskan bahwa perkebunan kelapa sawit yang umumnya dibangun di daerah terpencil dan minim sarana dan prasarana ekonomi telah mampu mendorong berkembangnya satu wilayah menjadi sentra ekonomi.

“Daerah-daerah di Sumatera Utara, Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Barat telah berkembang pesat ekonominya dikarenakan kelapa sawit,” paparnya.

Lebih lanjut Wapres menuturkan bahwa hall itu, menurutnya, selaras dengan kebijakan nasional untuk memfokuskan pembangunan di daerah pinggiran.

“Memperkuat daerah-daerah dan desa dalam rangka negara kesatuan,” terangnya.

Ke depan, kata Wapres, peran kelapa sawit diharapkan akan semakin penting, terutama karena terkait dengan permintaan yang semakin meningkat untuk pemenuhan penyediaan pangan dan energi secara berkelanjutan.

“Tahun lalu Presiden menegaskan lima pesan pengembangan sektor kelapa sawit yaitu memaksimalkan kemajuan teknologi, peremajaan perkebunan sawit rakyat, perluasan pasar ekspor, hilirisasi, serta implementasi program B20,” tegasnya.

Oleh karena iyu, Wapres berpesan melalui forum yang baik ini, ia mengharapkan dan mendorong agar dilakukan hal-hal sebagai berikut. Pertama, kata Wapres, pengembangan kelapa sawit ke depan agar lebih difokuskan kepada upaya peningkatan produktivitas lahan dan daya saing.

“Saya minta kepada kementerian pertanian untuk dapat segera merealisasikan program peremajaan sawit rakyat (PSR) yang telah didukung pendanaannya oleh badan pengelola dana perkebunan kelapa sawit (BPDPKS). Target yang telah dicanangkan sebesar 185 ribu hektar tahun ini harus dapat direalisasikan,” intruksinya.

Wapres meminta berbagai hal yang masih menghambat, misalnya masalah administrasi, harus dapat segera diselesaikan. Ia juga menyambut baik upaya GAPKI dalam meningkatkan produktivitas kelapa sawit rakyat melalui pemberian penghargaan kepada kelompok tani yang produktivitasnya tinggi.

“Ini jangan berhenti. Harus terus ditingkatkan dan harus menjadi pemicu kelompok-kelompok petani lainnya,” serunya.

Yang kedua, pesan Wapres, agar dilakukan upaya sistematis untuk menangkal kampanye negatif tentang kelapa sawit Indonesia. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah melalui sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

“Saya menyambut baik komitmen GAPKI yang seluruh anggotanya akan menyelesaikan sertifikat ISPO pada akhir tahun 2020. Melalui sertifikasi ISPO diharapkan akan mengurangi kesan negatif tentang kelapa sawit Indonesia. Di sinilah pentingnya upaya-upaya tabayyun melalui data dan fakta,” tuturnya.

Yang ketiga, Wapres meminta agar segera dilakukan hilirisasi industri persawitan, perbaikan tata kelola perkebunan kelapa sawit di Indonesia, diyakini akan berdampak pada produktivitas kelapa sawit yang lebih baik.

“Terhadap surplus sawit yang tinggi bisa diatasi dengan kebijakan hilirisasi. Pengembangan investasi industri berbahan baku sawit di tingkat hilir harus terus ditingkatkan. Berbagai industri hilir berbahan baku sawit masih sangat terbuka seperti industri biofuel, industri makanan, dan sebagainya,” tandasnya.

Ketiga, Wapres mengjntruksikan pemerintah daerah terus mendorong agar para petani swadaya dapat bermitra dengan perusahaan sehingga dapat meningkatkan produktivitasnya. Pemerintah telah berkomitmen untuk meningkatkan penggunaan biodiesel dalam negeri.

“Dengan kebijakan tersebut diharapkan penggunaan minyak sawit dalam negeri akan meningkat sehingga bisa memperkuat pasar domestik dan sekaligus bisa mengurangi impor minyak bumi,” harapnya.

Dikatakan Wapres bahwa kebijakan wajib B20 tahun 2019 sampai saat ini telah menyerap lebih dari 4 juta ton minyak sawit dan sampai akhir tahun diperkirakan akan terserap 6,4 juta ton.

“Kewajiban B30 ditargetkan akan mulai awal Januari 2020 dan akan dapat menyerap tambahan konsumsi minyak sawit sekitar 3 juta ton sepanjang tahun 2020. Upaya memperkuat pasar domestik akan terus dilakukan antara lain dengan menggunakan CPO langsung untuk pembangkit PLN serta pengembangan green fuel yaitu green gasoline dan green avtur,” paparnya lagi.

Berbagai upaya untuk mendukung kebijakan tersebut terus dilakukan. Pemerintah berkomitmen untuk terus memperbaiki tata kelola industri sawit.

“Oleh karena itu saya sebagai Wakil Presiden menyambut baik diselenggarakannya konferensi ini, saya berharap konferensi yang mempertemukan stakeholder kelapa sawit seluruh dunia ini akan dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi perkembangan industri kelapa sawit nasional,” pungkasnya.

 

 

Reporter : Labet.Z/Setwapres

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *