PSSI Baru, Delapan calon Ketua Umum tuntut Kongres jauh dari permainan uang

by -15 views

MITRAPOL.com, Jakarta – Pertemuan sembilan kandidat calon Ketua Umum PSSI periode 2019-2023 menduga adanya keberpihakan kongres pemilihan PSSI pada 2 November 2019 berat sebelah. Ada dugaan dalam proses pemilihan pada kongres nanti akan menguntungkan salah satu calon.

Fary Djemy Francis yang merupakan salah satu calon kandidat ketua umum PSSI mengatakan, adanya oknum Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang ingin memenangkan salah satu calon ketua umum di kongres.

“Terindikasi kuat adanya operasi senyap terhadap proses pemilihan ketua umum PSSI,” kata Fary, pada pertemuan para kandidat calon ketua umum jumat, (01/11) di bilangan Senayan.

Dalam kesempatan itu turut delapan calon ketua umum PSSI, diantara nya Vijaya Fitriyasa, Yesayas Oktavianus, Rahim Soekasah. Lalu Arif Putra Wicaksono, Aven Hinelo, Benny Erwin, Bernhard Limbong, dan Sarman El Hakim. Mereka setuju dengan perubahan dalam tubuh PSSI

Mereka memiliki pandangan sama serta terhadap dugaan adanya permainan uang dalam kongres luar biasa pemilihan PSSI yang akan diselenggarakan pada 2 November 2019 nanti

Dalam kesempatan itu ke delapan caketum membacakan sekitar 10 tuntutan dan kekecewaan terhadap proses pemilihan dalam kongres.

Berikut 10 tuntutan yang dibacakan:

1. Aneh, Tidak ada sosialisasi tata cara
pemilihan di kongres

2. Tidak ada Medium anatar caketum
dengan voters untuk menyampaikan
visi misi kami

3. Tidak ada Medium debat resmi
antara caketum di depan voters,
padahal ini sangat penting untuk
lebih mendekatkan kami dengan para
voters — penentu penting perjalanan
prestasi sepakbola Indonesia yang
kita cintai ini

4. Terindikasi kuat adanya “Operasi
senyap” dari beberapa oknum
executive committee PSSI untuk
memenangkan salah satu calon ketua
umum di kongres

5. Tercium adanya aroma kental
permainan uang antara salah satu
calon ketua umum dengan voters

6. Jika sudah begini, maka federasi kita,
PSSI dan sepakbola Indonesia secara
keseluruhan, dalam kondisi bahaya!

7. Akan makin parah, jika tidak ada
perbaikan untuk menuju perubahan.

8. Akan makin rusak jika tidak dicegah
karena hanya akan menghasilkan
exco-exco lama, yang selama ini
mereka adalah pelaku terdepan
perusak sepakbola Indonesia, Lihat
kompetisi domestik kita, amburadul!
Tim nasional kita babak belur!

9. Untuk itulah, kami 9 (sembilan) calon
ketua umum PSSI yang berkomitmen
kuat membangun sepakbola
Indonesia menginginkan sepakbola
baru menuju perubahan.

10. Kami menghimbau para voters,
semuanya untuk menggunakan hati
nuraninya. Mari kita bergandengan
tangan dengan hati yanh tulus,
dengan cinta untuk membawa
sepakbola Indonesia menjadi lebih
baik.

Salah satu kritik keras yang disampaikan diantaranya pada proses tata cara pelaksanaan kongres luar biasa pemilihan yang disebut aneh. Indikasi itu terlihat dari tidak adanya sosialisasi tata cara pemilihan di kongres sampai Jumat, 1 November 2019 atau sehari menjelang KLB.

Para kandidat Ketum juga merasa tidak mendapatkan medium untuk mendekatkan diri kepada para voter. Debat yang sejatinya bisa menjadi cara untuk menarik perhatian voter malah dibatalkan.

“Jika sudah begini, maka federasi kita, PSSI dan sepak bola Indonesia secara keseluruhan, dalam kondisi bahaya dan akan makin parah jika tidak ada perbaikan untuk menuju perubahan,” kata Fary.

Sembilan calon ketua umum PSSI pun menaruh harapan kepada para voter. Mereka berharap para pemilik hak suara bisa menggunakan hati nuraninya.

“Kami mengimbau para voters, semuanya, untuk menggunakan hati nuraninya. Mari kita bergandengan tangan, dengan hati yang tulus, dengan cinta, untuk membawa sepak bola Indonesia menjadi lebih baik,” tutur Fary.

Di Kongres Luar Biasa ada 11 calon yang akan bertarung merebut kursi ketua umum PSSI. mereka adalah Arif Wicaksono, Aven Hinelo, Bernhard Limbong, Benny Erwin, Fary Djemy Francis. Lalu, La Nyalla Mattalitti, Mochamad Iriawan, Rahim Soekasah, Sarman El Hakim, Vijaya Fitriyasa, dan Yesayas Oktavianus.

 

 

Reporter : BS

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *