Kades Tempurukan dilaporkan ke Polsek Muara Pawan Ketapang

by -43 views

MITRAPOL.com, Ketapang Kalbar – Masyarakat Desa Tempurukan Kecamatan Muara Pawan Ketapang, Kalimantan Barat heboh atas persetujuan warga terhadap Kepala Desa (Kades) ke Polisi. Laporan ini terkait dengan penggunaan Dana Desa (DD) untuk proyek pribadi dan pengerjaan proyek yang cepat 100%.

Cerita ini pun dengan cepat tersebar, menurut warga lokal, mereka mengetahui laporan ini setelah membaca berita di media online yang di viralkan lewat media sosial facebook. Namun diantara mereka juga ada yang menerima setelah mendengar cerita dari mulut kemulut.

Sang pelapor Arsad Zainal membuktikan bahwa dia telah melaporkan Kades Tempurukan pada Polisi Sektor (Polsek) lokal.

Laporan dibuat setelah Arsat mengetahui bahwa Kades meminta izin untuk kepentingan pribadi. Selain itu ditemukan juga proyek yang telah cair 100% sedangkan pengerjaannya tidak selesai alias mangkrak.

Menurut Arsat, laporan tersebut merupakan upayamenyelamatkan uang negara, sehingga diharapkan DD yang diluncurkan oleh pemerintah dapat digunakan sebagaimestinya.

“Persoalan ini telah diketahui dan dimediasi Camat Muara Pawan. Pihak yang terkait diundang dan yang tidak diundang juga hadir. Pada mediasi tersebut Kades mengakui atas tindakannya dan meminta dana kembali yang terpakai serta akan menyelesaikan proyek barautimbun yang belum selesai itu,”katanyasingkat.

Saat membahas, Kades Tempurukan Apok Suprianto menjelaskan dan tidak menyangkal atas laporan itu. Namun pada penjelasan tersebut dia menekankan bahwa dana yang dipinjam dari bendahara desa itu bukan untuk pribadi, tetapi untuk membayar upah tukang dan membeli bahan fisik. Hanya saja menurutnya, tukang sudah menerima uang yang sudah diperoleh sendiri.

Sementara terkait dengan pekerjaan proyek barautimbun, menurutnya bukan mangkrak namun masih dalam penyelesaian. “Ini masalah kesalah pahaman saja. Persoalan ini telah saya sampaikan ke Camat Muara Pawan. melalui mediasi yang digagas oleh Pak Camat saya telah membuatkan akan menerima dana serta menyelesaikan proyek selambat-lambatnya minggu kedua bulan November 2019 ini, ”katanya, Senin (4/11).

Dana Desa yang berujung pada Laporan Polisi itu adalah pinjaman berbentuk dana tahun 2018 sebesarRp 33,9 juta. Sementara proyek barautimbun tahun 2019 dapatkan Rp70 juta.

Hutan produksi dibuat SKT

Kabar tentang dugaan penyalahgunaan DD oleh Kades Tempurukan Muara Pawan, telah menambah catatan buruk pemerintahan desa dalam mengelola DD di negeri ini. Uang rakyat digunakan tidak untuk kepentingan masyarakat, tetapi digunakan untuk kepentingan pribadi.

Bukan itu saja, selain melakukan korupsi tak jarang pihak desa membuat kebijakan yang harus disetujui rambu-rambu dan merugikan negara. Seperti yang dilakukan Pj. Kades dan Kades Tempurukan beberapa waktu yang lalu, di mana telah diterbitkan lebih banyak Surat Keterangan Tanah (SKT) dari lahan yang diperoleh Hutan Produksi. Hal itu terungkap kompilasi mitrapol bawah untuk pendalaman tentang kasus Kades Tempurukan di polisikan oleh warganya.

Dari sumber yang dipercaya mengatakan bahwa pihak desa mengeluarkannya dengan sengaja menerbitkan SKT dari hutan produksi. Pembuatan SKT berlangsung sekitartahun 2015 s/d 2017 yang dibagi kurang lebih (dua) hektar per-Kepala Keluarga (KK).

Seraya melihatkan salah satu contoh SKT, pembuatan SKT di hutan produksi yang disetujui tidak boleh dan dilakukan oleh masiv dan sitematis. Menurut sumber, tanah tersebut tidak digunakan untuk pertanian dan sejenisnya, namun dialokasikan untuk dijual kepihak pengusaha.

Dengan tidak mengaitkan topik di atas, beberapa waktu yang lalu mitrapol berkunjung ke Kantor Agraria Ketapang. Di sanalah yang diakui sebagai SKT yang diterbitkan dari hutan produksi tidak dapat menjadi dasar pembutan sertifikat.

“Jika bisa Hutan Produksi jangan buat SKT, dan SKT hutan produksi tidak bisa menjadi dasar pembuatan sertifikat,” terang salah satu pegawai kantor Agraria Ketapang.

 

 

Reporter : Roy/Ridwan

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *