Wow ! SMAN 2 Leuwidamar di segel yang punya lahan

by -148 views

MITRAPOL.com, Lebak – kejadian penyegelan gedung SMKN 2 Leuwidamar Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menjadi sorotan banyak pihak, salah satunya dari Komunitas Kaloncing Ace, Sumiarsa Ali menilai ini sangat memalukan dunia pendidikan, penyegelan lantaran Pemerintah menunggak bayaran soal lahan.

“Ini sangat aneh, masa pemerintah bisa membangun ditanah milik warga. Ini patut dicurigai bahwa proses perencanaan sangat amat buruk,” kata Ace Sumirsa kepada awak media ini.

Menurut Ace,  KCD Pendidikan Kabupaten Lebak tidak boleh mendiamkan masalah ini terus berlarut, ia juga menghimbau kepada penegak hukum untuk turun mengusut masalah ini karena patut diduga ada prosedur yang dilanggar.

Hal senada diungkapkan Ahmad Taufik, aktivis Ormas Badak Banten.

Kata dia,  pihaknya muak dengan perilaku pejabat pendidikan saat ini,  dimana orientasi kerja bukan pada peningkatan mutu pendidikan, tapi hanya sibuk soal anggaran.

“KCD harus segera selesaikan masalah ini,  jangan pancing kami rakyat Lebak emosi dan turun dengan cara-cara jalanan,” imbuhnya.

Ketua Ormas Badak Banten Kabupaten Lebak,  Eli Sahroni ikut menimpali. Menurutnya, penyegelan SMA 2 Leuwidamar  menjadi potret buruknya tata kelola  pendidikan tingkat SLTA di Lebak.

“Masa harus kami geruduk dengan membawa demonstran,” ujarnya.

Ditempat terpisah Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak Sirojudin mengatakan perihal SMAN 2 Leuwidamar sudah di mediasi sebelumnya, bahkan kata dia sudah di sampaikan kepada bidangnya di provinsi Banten.

“ini dari jaman sebelumnya sudah dimediasi, dari jaman pak Sargawi dan jaman saya ke Dinas Pendidikan Provinsi Banten,”katanya.

Menurutnya, pihak KCD tidak bisa berbuat banyak lantaran pengadaan lahan tersebut harus ada dananya.

“Kalau berbicara soal dana saya  tidak tahu, ini sudah di usulkan dan didata termasuk sekolah Unit Baru,” paparnya.

Ia pun menjelaskan lahan seluas kurang lebih 2000 meter itu sudah dilakukan pembayaran, adapun terjadinya penyegelan mungkin saja belum selesai.

“Itu bukan anggaran dari mana-mana karena dulu pembebasan pada tahun 2017 bukan anggaran dari pemerintah, dan saya mengetahui setelah kejadian penyegelan,” terangnya.

 

 

Reporter : Rohman

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *