Ahwat didakwa perkara penggelapan terkait bisnis tapioka

by -15 views

MITRAPOL.com, Medan -Suhendra Chudiharja alias Hendra alias Ahwat (54) Warga Jalan Azalea III No 88 A Komplek Cemara Asri Kelurahan Sampali Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang, menjalani sidang perdana di ruang Cakra 7 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (6/11/2019), karena didakwa menggelapkan atau menipu korban hingga Rp4 miliar lebih.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Randi Tambunan dalam dakwaan menyebutka, tahun 2016 sampai 2018, terdakwa menjalin  kerjasama secara lisan dengan saksi korban, Direktur PT Bumi Sari Prima (BSP), Juwan Chandra, terkait bisnis tepung tapioka.

“Terdakwa rekanan yang berperan mencari konsumen untuk memasarkan hasil produksi PT BSP tersebut,” ujar Jaksa, dihadapan Ketua Majelis hakim, Jarihat Simarmata.

Terdakwa dipercayai secara lisan untuk mengorder tepung tapioka.
Setiap  orderan, terdakwa berperan  menentukan dan menyediakan angkutan untuk pengantaran barang orderan.

Penyerahan uang hasil penjualan, wajib diserahkan terdakwa dengan batas waktu  20 hari, setelah barang diantar ke konsumen. “Berdasar kesepakatan, terdakwa mendapatkan upah  penjualan  sebesar 2,5 persen,” ungkap jaksa.

Nah, seluruh bon faktur orderan sebanyak 10 lembar, dengan nilai penjualan lebih kurang Rp4.082.480.000, sudah habis masa waktu penyerahan uang sesuai dengan kesepakatan lisan.

Dengan begitu, seluruh uang hasil penjualan barang , sudah wajib diserahkan, namun terdakwa tidak menyerahkannya. Jumlah orderan barang Oktober 2018, mencapai 455,5 ton.

Macetnya setoran , korban  menemui terdakwa, dan menanyakan tentang pembayaran hasil orderan .Terdakwa mengakui telah menerima seluruh uang dari konsumen dan menggunakan untuk kepentingan pribadi.

Merasa dirugikan, korban pun melaporkan terdakwa kepada pihak berwajib. “Perbuatan Terdakwa diatur dan diancam Pidana melanggar Pasal 372/378 KUHPidana.

 

 

Reporter : Zul

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *